04 March 2021, 19:36 WIB

Sandiaga Ingin Pekerja Migran Jadi Duta Pariwisata


Insi Nantika Jeliata | Ekonomi

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menjadikan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berjumlah 3,7 juta orang, sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Indonesia.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno seusai bertemu dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Rabu (3/3).

Kemenparekraf dan BP2MI sebelumnya diketahui telah menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya.

 

"Kita akan perkuat MoU kita ke depan dengan perjanjian kerja sama. Tidak hanya menjadikan para PMI sebagai duta pariwisata, tapi juga duta ekonomi kreatif Indonesia," kata Sandiaga Uno dalam keterangannya, Kamis (4/3).

 

Dalam mewujudkan rencana tersebut, kedua pihak akan memberikan pelatihan-pelatihan dasar pariwisata kepada calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri.

Para PMI tersebut diharapkan dapat menjadi endorser atau duta yang akan mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

 

"Kita akan pilih satu provinsi untuk jadi pilot project dalam pelatihan para calon PMI," kata Sandiaga.

 

Terkait PMI Purna atau PMI yang telah pulang bekerja dari luar negeri), Kemenparekraf bakal memberikan pendampingan dan pelatihan dalam memproduksi produk-produk ekonomi kreatif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

 

Kepala BP2MI Benny Ramdhani menyambut baik penguatan kolaborasi antara pihaknya dengan Kemenparekraf guna mewujudkan para pekerja migran Indonesia sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

 

"Kita punya potensi 3,7 juta pekerja migran Indonesia yang bisa menjadi duta pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," kata Benny.

 

Kolaborasi dengan Kemenparekraf dikatakan Benny, akan menjadi daya dorong agar PMI benar-benar berdaya dan sejahtera.

 

"Kita ingin mengakhiri persepsi publik yang negatif bahkan destruktif seolah-olah PMI pekerja rendahan atau sumber masalah. Padahal sebenarnya mereka adalah penyumbang devisa terbesar kedua dalam bentuk remitansi setelah sektor migas," jelas Benny.

 

"Mereka adalah pahlawan devisa, sehingga apapun yang diendorse oleh negara, berkolaborasi dengan kementerian/lembaga mudah-mudahan menjadi daya dorong agar PMI benar-benar berdaya dan sejahtera," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT