04 March 2021, 19:06 WIB

Jangan Belanja Daring di Toko tidak Resmi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KONSUMEN diminta lebih waspada saat berbelanja dan bertransaksi daring di platform e-commerce, yang bukan toko resmi atau unofficial. 

Head of Public Policy & Government Relations idEA Rofi Uddarojat mengatakan tidak ada jaminan kualitas dalam pembelian di toko tidak resmi.

"Konsumen harus berhati-hati dalam berbelanja di toko bukan official. Tidak ada yang menjamin 100% bahwa pasti mendapatkan value yang diharapkan, ada risikonya," pungkas Rofi dalam seminar virtual, Kamis (4/3).

Selain itu, konsumen diimbau untuk teliti dalam membeli produk di e-commerce. Seperti, membaca review atau komentar di toko tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi pertimbangan penting, sebelum masyarakat berbelanja.

Baca juga: Potensi Ekonomi Digital RI Besar, Menkeu: Harus Dimanfaatkan

Rofi juga mengingatkan pemilik brand agar menaruh dagangan di platfor e-commerce. Sehingga, produk mereka tidak dijiplak oknum lain atau disebut barang KW.

"Kami dari asosiasi platform e-commerce mendorong setiap brand bisa membuka toko official store di e-commerce. Bagi konsumen, barang-barang di toko resmi terjamin orisinalnya," jelas Rofi.

Terkait jenis barang yang banyak dipalsukan di platform e-commerce, Rofi menyebut tidak jauh berbeda dengan penjualan offline. Dia menduga supplier adalah pihak yang sama.

"Seberapa besar pemalsuan itu cerminan dari offline. Beragam produknya. Brand KW kan yang banyak dijumpai, seperti baju dan sepatu olahraga. Di pasar online juga ada yang palsu," urainya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT