04 March 2021, 13:55 WIB

Presiden: Perluas Ekspor ke Afrika, Asia Selatan dan Eropa Timur


Andhika prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo mengistruksikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional.

Indonesia tidak bisa terus menerus bertumpu pada Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok dan negara-negara lain yang telah menjadi mitra dagang selama puluhan tahun.

"Kita tidak boleh terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja. sekarang banyak tumbuh pasar-pasar baru yang harus digarap secara serius," ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3).

Beberapa pasar nontradisional yang dimaksud kepala negara ialah Afrika, Asia Selatan dan Eropa Timur yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih dari 5%.

Mereka bisa menjadi market yang sangat potensial bagi produk-produk Tanah Air.

Baca juga: Presiden: Pengembangan Perdagangan Digital Suatu Keharusan

Ia pun mendesak Kementerian Perdagangan untuk segera menyelesaikan perundingan-perundingan dagang dengan negara-negara potensial tersebut.

"Ini adalah agenda prioritas karena di masa-masa seperti ini kita membutuhkan pasar ekspor baru. Kita telah menyelesaikan perjanjian dagang dengan Australia, Korea Selatan, Uni Eropa. Tolong Pak Menteri Perdagangan, dorong juga supayakita punya kesepakatan dagang dengan negara-negara lain," ucap mantan wali kota Solo itu.

Ia pun meminta 23 pakta perdagangan baik bilateral dan regional yang sudah ditandatangani dalam beberapa tahun terakhir bisa segera diimplementasikan dengan sebaik-baiknya, dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh para pelaku usaha.

"Saya berikan contoh, misalnya dengan Australia. Kita sudah punya IA-CEPA. Lihat peluang-peluang yang ada di sana. Saya kira yang gede peluangnya itu otomotif. Pelajari betul pasarnya seperti apa, konsumennya seeprti apa. Informasikan ke Tanah Air sehingga kita betul-betul bisa membuka pasar di Australia," jelas Jokowi.

Lebih lanjut, kepala negara juga meminta kepada Kementerian Perdagangan untuk memberi stimulus berupa kemudahan ekspor bagi industri yang menyerap banyak tenaga kerja seperti elektronik, tekstil, kimia dan farmasi serta makanan dan minuman.

"Harus ada insentifnya untuk memperluas pasar terutama negara-negara nontradisional. Manfaatkan kerja sama perdagangan dan optimalkan kinerja perwakilan perdagangan kita di luar negeri. Kita punya atase perdagangan kita punya ITPC. Semua harus bergerak," tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT