04 March 2021, 12:22 WIB

BUMN Sebut Butuh Kebijakan Game Changer untuk Pemulihan Ekonomi


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

WAKIL Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Mansury mengatakan kebijakan pemulihan ekonomi Indonesia di 2021 akan sangat bergantung pada beberapa inisiatif dengan harapan kebijakan game changer tersebut bisa mendorong perekonomian saat ini.

Ada 3 bagian diharapkan bisa memberi dampak yang signifikan di antaranya intervensi di sektor kesehatan seperti mempercepat vaksinasi terhadap 181 juta penduduk Indonesia.

"Implementasi 3T (Tracing, Testing, Treatment) diharapkan bisa lebih baik lagi sehingga memungkinkan dengan adanya penanggulangan pandemi lebih terarah dan tetap melakukan ekonomi di berbagai sektor," kata Pahala dalam webinar Prospek BUMN sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund yang diadakan Universitas Indonesia, Kamis (4/3).

"Selain itu vaksinasi dan tracing harus lebih agresif lagi di kota-kota yang memiliki risiko lebih tinggi dan juga vaksinasi kepada sektor yang memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan perekonomian," tambahnya.

Kedua, mendorong melakukan survive kepada masyarakat dan recovery kit. Seperti pemerintah menyediakan subsidi listrik, gratis internet dan subsidi lainnya. Hal ini bisa membantu perekonomian masyarakat yang berkurang akibat pandemi.

"Terlebih sektor UMKM untuk bisa memastikan recovery bahkan bisa melakukan restrukturisasi keuangan kemudian pandemi lewat dan bisa bangkit kembali UMKM," ujar Pahala.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Indonesia Dinilai Berada di Jalur yang Tepat

Terakhir, pemerintah bisa menciptakan reformasi struktural seperti menyediakan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, reformasi regulasi, pengembangan investasi, serta membangun kemudahan berusaha.

Ini diperlihatkan pemerintah dengan menerapkan UU Cipta Kerja dan diikuti regulasi yang akan diterapkan. Tentunya dengan mengimplementasikan pokok-pokok penciptaan lapangan kerja secara signifikan dengan mempermudah regulasi, mengundang investasi, dan pemberdayaan UMKM.

"Partisipasi BUMN dalam sektor kesehatan antara lain dengan menyediakan 70 rumah sakit BUMN di 18 provinsi dengan 2.127 bed perawatan dan 265 bed ICU pasien covid. Serta 19 laboratorium uji swab, dan lainnya," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT