03 March 2021, 01:30 WIB

Ini Terobosan KKP untuk Dukung Perikanan Budidaya


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan terobosan untuk menjaga sumber daya alam perikanan Indonesia. Salah satunya, mengembangkan perikanan budidaya yang didukung kajian ilmiah dan perencanaan bisnis matang.

“Seperti kita ketahui, perikanan budidaya mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. KKP mendapat mandat untuk mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, sebanding dengan potensi yang dimiliki,” ujar Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan resmi, Selasa (2/3)

Trengggono memaparkan dua terobosan terkait perikanan budidaya. Pertama, pihaknya fokus pada produk ekspor komoditas unggulan Indonesia, yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut.

Baca juga: Ini Empat Manfaat UU Cipta Kerja di Sektor Kelautan dan Perikanan

Menurutnya, komoditas udang dipilih menjadi prioritas berdasarkan data ekspor periode 2020. Diketahui, volume ekspor udang Indonesia mencapai 239.227 ton, dengan nilai US$2,04 miliar.

Untuk peningkatan produksi dan ekspor udang, lanjut Wahyu, KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate. Sebuah sistem budidaya dengan skala intensif, dengan target produksi 40 ton per hektare per tahun.

Adapun komoditas lainnya ialah lobster, dengan volume ekspor pada 2020 mencapai 2.022 ton dan nilai US$75,25 juta. Lobster dikembangkan melalui korporasi budidaya yang diharapkan berdampak pada masyarakat. Salah satu strategi adalah membuat model kawasan budidaya lobster.

Baca juga: KKP: Aquascape Bisa Kurangi Stres Saat Pandemi

Selanjutnya, komoditas rumput laut di mana Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah Tiongkok. Volume ekspor Indonesia pada 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai US$279,58 juta.

Terobosan kedua yang bakal dilakukan KKP, yakni pengembangan kampung budidaya dengan konsep Corporate Farming. Kampung perikanan budidaya akan disinergikan untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha perikanan budidaya. Itu digerakkan masyarakat dan difasilitasi pemerintah.

“Akuakultur adalah jawaban untuk membangun sektor perikanan Indonesia yang memiliki aspek pembangunan terdiri dari teknologi yang menjadi motor, lingkungan, sosial ekonomi dan pasar, yang menjadi pertimbangan komoditas unggulan," pungkas Trenggono.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT