01 March 2021, 18:13 WIB

Pemulihan Sektor Penerbangan Butuh Waktu 3-5 Tahun


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

SEKTOR penerbangan yang terdampak badai pandemi covid-19, diperkirakan pulih sekitar 3-5 tahun. Hal itu diutarakan Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI) Chappy Hakim.

"Banyak ekspertis yang mengkaji ini. Pada umumnya organisasi internasional aviasi, semuanya sepakat bahwa minimal 3-5 tahun (sektor) penerbangan baru menemukan formatnya kembali," tutur Chappy dalam diskusi virtual, Senin (1/3).

"Belum (kembali) normal, baru menemukan posisi yang tepat untuk melangkah the new starting line," imbuhnya.

Pun, kondisi itu masih tergantung sejauh mana dampak positif dari upaya vaksinasi covid-19. Apabila pandemi dapat dikendalikan, masyarakat lebih yakin untuk menggunakan transportasi udara.

Baca juga: Dihantam Pandemi, Sektor Penerbangan Harus Tetap Jalan

Ketika satu atau dua negara melakukan lockdown, lanjut Chappy, dampaknya akan sangat besar. Sebab, sistem penerbangan global sudah terlanjur menjadi satu jaringan. "Bagaimana ke depan dunia aviasi? Masih sulit terjawab. Bahkan, tergantung dari vaksinasi dan varian baru covid-19 itu bisa ditasi atau tidak," pungkas Chappy.

Saat ini, maskapai penerbangan tidak bisa berbuat hal signifikan untuk memperbaiki lini bisnis. Misalnya, dari aspek biaya operasi, penjualan tiket, hingga sumber daya manusia.

"Selama pemerintah tidak membantu, tidak ada maskapai yang bisa bertahan dalam kondisi pandemi. Jika ada yang survive, maskapai itu mendapat subsidi dari pemerintah," tutupnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT