27 February 2021, 18:13 WIB

Peran BPP Kostratani Dimaksimalkan dalam Gerakan Panen Padi


mediaindonesia.com |

SEBAGAI pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan, peran Balai Pusat Penyuluhan (BPP) Kostratani terus dioptimalkan, baik tugas maupun fungsinya, termasuk pemanfaatan teknologi informasi (IT). Peran Kostratani juga turut dimaksimalkan dalam gerakan panen padi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kostratani sangat penting untuk membangun pertanian di desa dan kecamatan.

"Mengapa penting? Karena salah satu peran dari Kostratani adalah mengawal program utama Kementan. Sehingga program tersebut bisa maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa.

"Oleh karena itu, penguatan BPP terus kita lakukan. BPP kita transformasikan menjadi Kostratani. BPP kita perkuat dengan sarana IT sehingga lebih maksimal dalam menjalankan fungsinya," tutur Dedi dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2).

Fungsi ini juga yang dijalankan BPP Duyu sebagai salahsatu binaan BPTP. Peran BPP Duyu terlihat dari kegiatan Gerakan Panen Padi Sawah Varietas Padjajaran Agritan di Kelompok Tani Jamba, Kelurahan Pengawu, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (15/2) lalu. 

Hadir pada kegiatan ini Kepala BPTP Sulawesi Tengah, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kabid Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kabid dan Kasie Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Palu, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Palu, Camat Tatanga, Lurah Pengawu, Peneliti/Penyuluh BPTP Sulawesi Tengah, Kepala BPP Sekota Palu, Penyuluh Kota Palu dan Kelompok tani Jamba. 

Berkat peran BPP Duyu, hasil panen petani mengalami peningkatan dari rata-rata 4 ton/ha menjadi 8,4 ton/ha pada MT I dan meningkat lagi menjadi 10,08 ton/ha GKP. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pendampingan yang telah dilakukan penyuluh dan sebagai tempat pembelajaran penyuluh. Pendampingan inovasi teknologi padi mulai dari awal sampai panen ini merupakan pengembangan BPP Model Kostratani sebagai pusat pembelajaran penyuluh. 

Selama kegiatan ini berlangsung mendapatkan dukungan penuh dari penyuluh-penyuluh lapangan BPP Duyu bersama penyuluh dan peneliti BPTP Sulawesi Tengah. 

Selanjutnya disampaikan bahwa pengembangan pertanian Kota Palu sangat penting walaupun ditengah pandemi covid dan lahan yang terbatas, namun memiliki kontribusi dalam penyediaan pangan. 

Pendampingan bersama BPP Duyu melalui berbagai pelatihan, baik dalam bentuk teori ataupun praktek di lapangan telah dilakukan bersama untuk mencapai peran BPP Model Kostratani, yang tentu juga perlu didukung oleh stakeholder terkait. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT