25 February 2021, 18:12 WIB

Transformasi Digital Harus Diiringi Pengembangan SDM dan UMKM


Andhika prasetyo | Ekonomi

TRANSFORMASI digital di Indonesia harus diimbangi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 2,9 juta anak muda masuk ke pasar kerja setiap tahun.

Sebagian besar dari mereka harus disiapkan menjadi talenta-talenta digital andal sehingga industri tersebut bisa bertumbuh dengan baik. Presiden Joko Widodo mengungkapan upaya pengembangan SDM digital harus dilakukan secara terencana, detail, dan sistematis.

"Ini harus dimulai dari hulu yakni penanaman literasi digital, khususnya di institusi pendidikan. Harus ada pelatihan bagi guru dan siswa untuk semakin mengenal dunia digitial," ujar Jokowi dalam Microsoft Devcon 2021 yang dihadiri secara virtual, Kamis (25/2).

Sedianya, masa pandemi covid-19, menjadi momentum tepat untuk memulai program literasi digital secara masif. Pasalnya, sebagian besar aktivitas masyarakat, termasuk proses pembelajaran, dilakukan secara daring.

"Saya minta momentum ini digunakan sebaik-baiknya dengan melibatkan komunitas digital Indonesia," tuturnya. Selain itu, kepala negara juga berpesan agar transformasi digital bisa menyasar jutaan UMKM di Tanah Air.

UMKM harus terlibat secara aktif agar mereka bisa ikut merasakan manfaat hingga akhirnya bisnis yang dijalankan bertumbuh dan naik kelas. "UMKM harus bisa masuk setidaknya ke marketplace digital dan bisa menjadi bagian dari supply chain nasional maupun global," ucap mantan Wali Kota Solo itu.

Saat ini, berdasarkan laporan yang ia terima, dari 60 juta pelaku UMKM, baru 8 juta yang sudah terhubung dengan wadah digital. "Kita harus terus mendorong agar jumlah itu terus bertambah, bisa menjadi 10 juta, bisa 15 juta, dan naik lagi 20 juta, dan seterusnya," sambungnya.

Oleh karena itu, pelatihan penggunaan teknologi digital untuk UMKM harus terus digencarkan. Saat ini, model pelatihan sudah mulai dijalankan dalam program kartu prakerja.

Upaya seperti itu, lanjut Jokowi, juga bisa dilakukan di luar program Kartu Prakerja. Kementerian/lembaga terkait bisa bekerja sama dengan komunitas digital dengan memberikan layanan pelatihan-pelatihan online secara gratis.

"Saya yakin dengan kolaborasi yang melibatkan komunitas digital, termasuk Microsoft, kekuatan kita akan semakin berlipat ganda. Kekuatan kita akan semakin besar untuk mempercepat proses transformasi digital yang sedang kita lakukan," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT