24 February 2021, 23:48 WIB

Kemenperin Bagikan 35 Juta Masker Kain


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian akan memberikan 35 juta masker kain buatan industri Indonesia kepada masyarakat. 

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kontribusi penanganan pandemi covid-19 dan penyerapan produk industri tekstil dan pakaian jadi yang terimbas pandemi.

""Kemenperin melaksanakan komitmennya dalam penanganan ovid dengan membagikan 35 juta masker melalui KPC-PEN yang didistibusikan TNI/Polri kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mendorong indsustri nasional dan memerangi covid-19," tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Penyerahan Bantuan 35 Juta Masker, Rabu (24/2).

Masker yang akan dibagikan Kemenperin, imbuh Agus, merupakan masker kain yang diproduksi oleh industri tekstil dan pakaian jadi dalam negeri. 

Industri tersebut tercatat mengalami pertumbuhan negatif 8,8% di 2020 dengan kinerja ekspor yang tumbuh minus 17% dan turut mengalami penyusutan tenaga kerja hingga 13%.

"Karena itu kami berharap dan yakin dengan inisiatif ini industri tekstil dan pakaian jadi dapat terbantu khususnya dari demand side," kata Agus.

Dia berharap, 35 juta masker kain itu dapat didistribusikan seluruhnya kepada masyarakat di pertengahan Maret 2021. Masker itu diprioritaskan untuk dibagikan kepada penduduk yang berada di zona merah.

Agus menambahkan, saat ini industri nasional memiliki kapasitas produksi Alat Pelindung Diri (APD) coverall sebanyak 39,6 juta pieces per bulan; surgical gown (pakaian bedah) 24,9 juta pieces per bulan; masker medis 405,9 juta pieces per bulan; masker N95 360 ribu pieces per bulan; dan masker kain 95 juta pieces per bulan.

Agus bilang, selain dipasarkan untuk kepentingan penanganan covid di dalam negeri, produk-produk alat kesehatan industri nasional juga diekspor ke luar negeri. Berdasarkan catatan Kemenperin, nilai ekspor industri alat kesehatan di 2020 mencapai US$246 juta.

"Jadi program ini sangat baik karena bukan saja secara langsung membantu upaya melawan covid, tapi juga membantu industri untuk tumbuh," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT