24 February 2021, 06:40 WIB

Kisah Bahagia di Tengah Pandemi, UKM masih Tetap Ekspor


mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI tidak selamanya menyisakan cerita duka dan kelam. Di tengah upaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk menekan penyebaran covid-19, ada cerita bahagia yang melegakan dan datang dari para pejuang ekonomi nasional.

Kisahnya berasal dari Supriyadi dan Adi Dharma. Mereka ialah pengusaha tangguh yang berhasil mengekspor mebel dan furnitur ke berbagai negara di tengah awan kelam tengah menggelayut dunia akibat wabah.

Supriyadi, akrab dipanggil Supri, memimpin PT Kharisma Rotan Mandiri dari Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dari Glatak ini, Supri menduniakan produk-produk anyaman rotan berkualitas tinggi ke berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Eropa (Jerman, Prancis, Belgia), Uni Emirat Arab, dan Tiongkok. Produk-produk yang dihasilkan dari usaha kecilnya itu 100% dijual ke luar negeri.

Aliran ekspor Supri tidak berhenti selama pandemi, malah meningkat tajam, sampai separuhnya alias 50% dari ekspor di saat normal sebelum pandemi. Selama wabah, permintaan mebel atau furnitur malah meningkat. Ada 300 karyawan yang terhidupi oleh sukses Supri. Berkat ekspor ini pun, workshop Supri di Glatak tetap bergerak dan bergairah di atas lahan 8.000 meter persegi.

Supri yang kini masih memegang amanah sebagai Ketua DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) periode 2020-2023 mengatakan tidak akan pernah melupakan semua pihak yang turut membantu usahanya ini, termasuk PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI. BNI turut membantu Supri di saat usahanya tengah butuh dukungan, yaitu sejak 1998 atau ketika krisis melanda Nusantara.

BNI memberi Supri fasilitas pembiayaan berupa Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja dengan suku bunga yang kompetitif, juga memudahkan penggunaan fasilitas pendukung ekspor seperti letter of credit (LC), simpanan valas, fasilitas trade finance sehingga usaha dan ekspornya tetap moncer.

Pengelolaan keuangannya pun dibuat semakin mudah dengan adanya beragam solusi digital seperti BNI Direct (Cash Management) dan BNI Mobile Banking. Para pegawai pun menerima manfaat dengan adanya Consumer Product BNI seperti kartu kredit, BNI Griya (KPR), dan BNI Fleksi (kredit multiguna).

“Kami sangat mengapresiasi langkah BNI yang responsif cepat dan tanggap dalam mengakomodasi kebutuhan pelaku UKM yang membutuhkan solusi pembiayaan dan ekspor,” ujar Supri.

Begitu pun dengan Adi Dharma atau Adi, yang berusaha sedari kecil dengan bendera CV Ribka. Produk mebel dan furnitur Adi diproduksi di Sentra Industri Mebel dan Kerajinan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seluruhnya disukai dan 100% dijual ke Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, serta Tiongkok. Bedanya dengan Supri, produk-produk Adi ini berbasiskan kayu jati.

Sukses Adi dengan usahanya ini menjadi tempat bergantung 200 karyawan untuk tetap bertahan hidup di tengah pandemi. Lokasi produksi yang menempati area seluas 5.000 meter persegi itu tetap bergairah. Adi tidak lupa dengan BNI yang telah menemaninya di saat-saat sulit.

“Saya kaget BNI proaktif mendekati pelaku usaha dan menawatkan solusi dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi,” ujar Adi yang kini aktif di Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD HIMKI Soloraya.

Berkah yang tidak pernah berhenti disyukuri oleh Supri dan Adi ialah permintaan pasar yang terus melimpah. Terkadang mereka kewalahan memenuhi permintaan tersebut sehingga harus menambah kapasitas produksi.

Kabar bahagia dari Adi dan Supri itu pun menjadi motivasi tersendiri bagi BNI,  seperti yang dipaparkan Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal. Menurut Iqbal, BNI memiliki dua strategi dalam meningkatkan penyaluran kredit kepada UKM, yaitu penyaluran langsung ke pelaku UKM atau penyaluran secara tidak langsung melalui kerja sama strategis dengan lembaga keuangan bank dan nonbank.

“Langkah yang dilakukan perseroan diharapkan dapat terus  mengoptimalkan peluang ekspor produk UKM sehingga ekspor Indonesia dapat kembali pulih dan tumbuh,” katanya.

Iqbal menambahkan, para pelaku UKM binaan perseroan akan memperoleh pembinaan, akses informasi, serta dukungan ekspor dan permodalan dari BNI sehingga UKM  dapat lebih produktif dan terus berkembang.  Pengembangan yang diharapkan tidak hanya meliputi skala usaha, tetapi juga memiliki nilai tambah dan berorientasi ekspor.

Di samping pembinaan dan pendampingan bagi UKM, BNI juga terus mendorong geliat UKM melalui dukungan digitalized loan process yang mampu memberdayakan UKM agar dapat naik kelas dan bernilai tambah.

“Selaku BUMN, BNI berkomitmen penuh dalam mendukung program pemerintah, khususnya sektor ekonomi, pemberdayaan UKM, digitalisasi, dan ekspor,” tuturnya. (RO/S2-25)

BERITA TERKAIT