23 February 2021, 22:33 WIB

5,5 Juta Orang sudah Dapatkan Kartu Prakerja


M. Iqbal Al Macvhmudi | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pada gelombang 1-11 pada 2020 kartu prakerja telah tersalur kepada 5,5 juta orang yang didistribusikan secara merata dan proporsional di 514 kabupaten/kota. Dengan provinsi terbanyak ada di Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

"Penyaluran kartu prakerja di Jawa Barat mencapai 793 ribu orang, Jawa Timur 651 ribu orang dan DKI Jakarta 542 ribu orang. Selain itu telah bisa menjangkau Papua Barat, Papua, dan Maluku Utara," kata Airlangga saat konferensi pers Pembukaan Gelombang ke 12 Program Kartu Prakerja, Selasa (23/2).

Selain itu, prakerja juga bersifat inklusif, artinya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal itu tercermin dari 5% peserta merupakan difabel, 2% dari kabupaten tertinggal, 9% dengan pendidikan SD ke bawah, 2% lansia, 2% mantan TKI, 84% belum pernah mengikuti kursus, 25% tidak punya rekening, dan 45% perempuan.

Sementara dari sisi outcome selain memberikan keterampilan dan meningkatkan kompetensi. Airlangga menilai program tersebut terbukti sebagai instrumen perlindungan sosial yang melindungi daya beli penerimanya.

Baca juga : Kemen PUPR Gelar Koordinasi Program Pembangunan Infrastruk

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 menunjukkan 88,9 persen dari penerima prakerja bahwa keterampilan kerja peserta meningkat.

"Selain itu, sebanyak 81,2% penerima mengatakan insentif dipakai untuk beli kebutuhan sehari-hari. Dan sekitar 94% peningkatan keterampilan baik skilling, reskiling, maupun upskiling," ujarnya.

Kartu prakerja juga mendorong wirausaha, hal ini dilihat dari survei evaluasi Project management office (PMO) yang menyebutkan bahwa 35% berubah dari semula menganggur per Februari 2020 menjadi bekerja saat disurvei.

"Di mana 17 persen berubah dari menganggur menjadi wirausaha dan 18 persen menjadi pegawai/buruh/freelancer, " ucapnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT