22 February 2021, 13:10 WIB

BI Soroti Perbankan Ambil Untung dari Bunga Kredit Tinggi


Despian Nurhidayat | Ekonomi

SEPANJANG 2020 sampai 2021, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR) sebanyak 225 bps. Saat ini suku bunga acuan BI sudah mencapai angka 3,5%.

Asisten Gubernur BI sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung berharap penurunan suku bunga ucuan BI ini segera direspons oleh perbankan melalui penurunan suku bunga kredit.

"Kalau kita lihat data jangka panjang, bank itu cenderung ikut menurunkan suku bunga deposito ketika suku bunga acuan BI turun. Tapi suku bunga kredit malah tidak turun. Maka saya lihat spread itu meningkat antara suku bunga acuan dan suku bunga kredit ada pelebaran. Jadi bank mencoba untuk dapat keuntungan lebih dalam kondisi saat ini," ungkapnya dalam Taklimat Media bertajuk Kebijakan LTV dan Uang Muka KKB serta Transparansi Suku Bunga, Senin (22/2).

Juda menegaskan bahwa sikap perbankan menyebabkan tidak kondusifnya situasi perekonomian saat ini. Dalam artian, ketika suku bunga acuan BI turun, perbankan harusnya ikut menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong perekonomian segera pulih.

"Keadaan seperti ini menjadi faktor orang-orang ragu untuk minta kredit ke perbankan karena suku bunga (kredit) tinggi," tegas Juda.

Lebih lanjut, Juda menambahkan bahwa respons perbankan harus cepat dalam menyikapi penurunan suku bunga acuan BI. Pasalnya, menurut dia biaya dalam suku bunga di antaranya over head cost juga sudah mengalami penurunan.

"Kalau kita bicara mengenai biaya dalam suku bunga itu ada over head cost, itu sudah turun. Kami berharap bank dapat merespons dengan cepat. Oleh sebab itu, transparansi suku bunga itu harus dilakukan. Kami ingin mendorong perbankan lebih responsif dalam merespons kebijakan BI," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT