22 February 2021, 11:32 WIB

Pergerakan Yield Obligasi AS Sebagai Kepercayaan Pulihnya Ekonomi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

BURSA saham AS ditutup bercampur pada perdagangan jumat pekan lalu. Investor cemas atas peningkatan cepat yield dari obligasi yang terjadi dalam beberapa minggu ini dapat mempengaruhi harga saham dari perusahaan yang berkembang.

"Namun di sisi lain, investor juga percaya bahwa kenaikan yield obligasi menunjukan kepercayaan atas pemulihan ekonomi," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Senin (22/2).

Baca juga: Pasokan Vaksin Covid-19 di Jepang Terbatas

Investor juga masih menanti bantuan dana covid-19 AS dan vaksin yang rencananya akan difinalisasi pada akhir bulan Februari 2021.

"Bursa saham Asia dibuka menguat. Bank of China mempertahankan suku bunga pada 3,85% sesuai dengan ekspektasi para analis," kata Dennies.

IHSG diprediksi menguat pada kisaran 6.250-6.192. Secara teknikal mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek. Pergerakan pada awal pekan masih minim sentimen dari dalam negeri, optimisme dari turunnya suku bunga Bank Indonesia guna membantu percepatan pemulihan ekonomi. Dari global akan dipengaruhi penetapan suku bunga Bank of China. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT