21 February 2021, 16:04 WIB

Diterpa Banjir, 88% Gardu Listrik di Jakarta Menyala Kembali


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) menginformasikan, dari 500 gardu listrik terdampak banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya, sebanyak 438 gardu sudah menyala kembali per pukul 14.00 WIB, Minggu (21/1). Seperti diketahui, sejak Sabtu (20/2), air menggenangi wilayah Ibu kota dan Bodetabek.

"Sebanyak 438 gardu atau 88% gardu terdampak banjir sudah menyala kembali. 62 gardu lainnya masih padam," ungkap Humas PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Dita Artsana dalam laporannya, Minggu (21/2).

Dita menyebut, sampai siang ini sebanyak 146.310 pelanggan PLN di Jakarta dan sekitarnya terdampak akibat banjir. Rinciannya ialah 131.769 pelanggan dikatakan aliran listriknya sudah menyala dan 14.541 pelanggan listriknya masih padam.

"Total ada 4.769.726 pelanggan PLN UID Jaya yang tercatat. Di mana hanya 3,07% yang terdampak gangguan listrik," jelasnya.

Baca juga : Anies: Sejumlah Sungai di Jakarta Sudah Normal Kembali

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta sejak Sabtu (20/2) pagi dikabarkan mulai surut pada Senin (21/2) siang. Berdasarkan akun twitter @TMCPoldaMetro, sejumlah jalan sudah bisa dilalui kendaraan.

Seperti di Jalan Raya Tendean, Jakarta Selatan pada pukul 10:13 WIB yang sebelumnya terendam banjir mulai surut. Polisi bersama petugas kebersihan membersihkan lumpur dan kerikil sisa banjir.

Selain di Jakarta, PLN juga memberitahukan, secara keseluruhan aliran listrik di Jawa Barat pada (21/2) pukul 13.00 WIB, terdapat 2.119 unit gardu distribusi yang terdampak banjir. Sementara sebanyak 1.369 gardu distribusi dan 333.505 pelanggan telah berhasil PLN nyalakan kembali.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura & Bali PLN, Haryanto WS menuturkan, di Karawang, Bekasi, banjir juga melanda beberapa daerah yang disebabkan debit air dari Sungai Citarum yang meluap.

"PLN terus sigap dan siaga memantau kondisi wilayah yang terdampak banjir. Namun, ada beberapa daerah belum dapat dialiri listrik karena banjir masih tinggi," urainya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT