20 February 2021, 10:50 WIB

Ini Lima Isu yang Hambat Pengembangan UMKM di RI


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan ada lima faktor yang menjadi kendala pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

"Pertama, adanya perbedaan definisi UMKM antar lembaga serta belum adanya basis data yang terintegrasi," jelas Teten dalam keterangan resmi, Sabtu (20/2).

Kedua, jumlah UMKM yang besar belum seimbang dengan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB). Ini dikarenakan sebanyak 99% usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM. Namun, sektor UMKM hanya berkontribusi 57% terhadap PDB.

"Ketiga, rendahnya UMKM yang terjalin dalam kemitraan. Termasuk berjejaring dalam rantai nilai global (global value chain)," imbuh Teten.

Baca juga: OJK Minta Perbankan Tingkatkan Kredit UMKM dan Konsumsi

Diketahui, sebanyak 93% UMK tidak menjalin kemitraan. Sedangkan UMKM baru berkontribusi sebesar 14% terhadap total ekspor Indonesia.

Lalu keempat, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM masih rendah. Mengacu pada data kementerian pada 2019, diketahui 88% UMK tidak memperoleh atau mengajukan kredit. Adapun rasio kredit UMKM di perbankan terhadap total kredit perbankan sebesar 20%.

Kelima, rendahnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usaha, termasuk digitalisasi. Saat ini, sebanyak 94% UMK tidak menggunakan komputer dalam bisnisnya. Sementara itu, 90% UMK tidak menggunakan internet.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT