19 February 2021, 14:53 WIB

KKP Fokus Dongkrak Pembudidaya Ikan di Indonesia Timur


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, Indonesia bagian Timur akan jadi prioritas untuk memperbaiki Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang ada saat ini.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menilai, rata rata NTPi di Indonesia Timur masih tertinggal jika dibanding wilayah lain di Indonesia bagian Barat. Padahal menurutnya, provinsi-provinsi di Indonesia Timur sebagai basis sumber daya perikanan dan kelauatan.

"PR (pekerjaan rumah) kita bagaimana usaha budidaya yang digeluti betul-betul efisien, sehingga ada nilai tambah ekonomi yang optimal dan pada ujungnya akan memberikan daya ungkit tinggi terhadap NTPi," kata Slamet dalam keterangannya, Jumat (19/2).

Pihaknya mengaku telah menugaskan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Sulawesi Utara, misalnya untuk memfasilitasi akses agar pembudidaya ikan setempat mampu meningkatkan efisiensi produksi dengan intervensi bantuan pemerintah.

Baca juga : Pembenah Tanah Dibutuhkan untuk Dukung Produktivitas Pertanian

Slamet menegaskan intervensi dimaksudkan untuk memperkokoh struktur ekonomi pembudidaya yang masih riskan terhadap goncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Jadi selama pandemi ini kami akan konsisten terus mendorong berbagai stimulus langsung. Ini yang harus dilakukan secara cepat, tepat dan terukur. Disamping kita tetap akan pantau dan perbaiki dari hal rantai pasoknya," ungkap Slamet.

Sementara itu, Kepala BPBAT Tatelu Fernando Jongguran membeberkan, dalam kurun waktu tahun 2020, pihaknya telah menyalurkan bantuan budidaya ikan sistem bioflok sebanyak 60 paket yang tersebar di 6 Provinsi.

Persebaran itu ialah sebanyak 28 paket di Sulawesi Utara,Sulawesi Barat sebanyak 11 paket, 10 paket di Sulawesi Selatan; Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 4 paket, Sulawesi Tenggara sebanyak 4 paket dan di Gorontalo sebanyak 3 paket.

Untuk budidaya ikan hias, BPBAT Tatelu menyalurkan bantuan sebanyak 5 paket di Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan, bantuan budidaya ikan sistem minapadi, BPBAT Tatelu menyalurkan sebanyak 15 paket di Provinsi Sulawesi Utara. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT