19 February 2021, 11:30 WIB

Hari ini IHSG Berpeluang Terkoreksi Kembali


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PASAR saham AS ditutup melemah semalam. Dow Jones ditutup 31.493,34 (-0,38%), Nasdaq ditutup 13.865,36 (-0,72%), dan S&P 500 ditutup 3.913,97 (-0,44%).

Pelemahan terjadi seiring dengan munculnya data ekonomi AS. Data klaim pengangguran dilaporkan berada di level 861 ribu lebih tinggi daripada perkiraan, yaitu 775 ribu.

Hal ini menandakan ekonomi masih belum pulih sesuai dengan harapan ekonom dan investor. Di samping itu, data inflasi AS mulai meningkat. Investor cemas tekanan peningkatan suku bunga bila inflasi terus meningkat ke level 2%.

Pasar komoditas juga turut melemah. Harga emas turun -0,02% ke US$1.774/troy oz diikuti minyak WTI (-0,97% ke US$59,93/bbl), dan CPO (-3,34% ke RM3.881/mt).

Bursa saham Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street. Bursa saham Hong Kong dan Shanghai masih libur.

Data ekonomi Jepang harga konsumen mengalami penurunan sebanyak 0,6% yoy pada Januari. Negeri sakura itu sudah selama 6 bulan berturut-turut mencatat penurunan harga secara tahunan. "Kami memperkirakan IHSG akan kembali terkoreksi hari ini, menyusul melemahnya pasar global dan harga komoditas," kata Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, Jumat (18/2).

Gerak IHSG pada kisatan resistance 6.254 dan support pada 6.173. "IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal indikator memperlihatkan masih ada potensi pelemahan bersifat jangka pendek, ditopang sentimen positif pemangkasan suku bunga BI untuk pemulihan ekonomi," imbuh Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper. (OL-14)

BERITA TERKAIT