19 February 2021, 09:26 WIB

88% Perusahaan Alami Kerugian Operasional Akibat Pandemi


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengemukakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk dalam sektor ketenagakerjaan.

Berdasarkan survei yang dilakukan Kemnaker pada 2020 menunjukkan bahwa sekitar 88 persen perusahaan terdampak pandemi yang mengakibatkan kerugian pada operasional perusahaan.

Menurutnya kerugian tersebut umumnya disebabkan menurunnya penjualan, yang berakibat berkurangnya volume produksi. Dari survey tersebut juga didapatkan informasi bahwa meskipun mengalami kerugian operasional dan pengurangan volume produksi, sebagian besar perusahaan tetap mempekerjakan pekerjanya.

"Meski begitu Alhamdulillah pada pandemi, sebagian besar perusahaan masih mempekerjakan pekerjanya. Kita beri apresiasi untuk perusahaan tersebut," kata Ida, Kemarin (18/2).

Ia mengatakan, dari dampak pandemi tersebut, hanya terdapat 17,8 persen perusahaan yang memberlakukan pemutusan hubungan kerja.

"Selain itu 25,6 persen perusahaan yang merumahkan pekerjanya, dan 10 persen yang melakukan keduanya," ujarnya.

Baca juga: OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025

Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Ida membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahap I, dirinya menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BBPLK Bekasi dan 12 perusahaan untuk penempatan peserta pelatihan.

Dua belas perusahaan itu terdiri dari PT. Berca Schindler, PT. Kekar Karya Indonesia; PT. Inti Ganda Perdana; PT Arnott's Indonesia; PT. Redioro Tunggal Raya; PT FEDERAL NITTAN INDUSTRIES; PT. CISINDO; PT Haeng Nam Sejahtera Indonesia; PT. Indomarco Primatama Cabang Bekasi; PT. PNM Indonesia; PT. HEMPEL Indonesia; dan PT. Swadarma Duta Data.

Pembukaan PBK Tahap I ini merupakan salah satu dari rencana 5 tahap pelatihan BBPLK Bekasi di tahun 2021.

Pada 2021 ini, pihaknya memberikan target peserta kepada BBPLK Bekasi sebanyak 2.080 orang peserta atau 130 paket. Dua dari 130 paket itu di antaranya berupa program teknisi ahli yang berdurasi 1200 jam pelatihan ditambah magang selama 3 bulan di perusahaan. (OL-4)

BERITA TERKAIT