17 February 2021, 19:23 WIB

Para Start-Up Mulai Melangkah Menuju IPO


Fetry Wuryasti | Ekonomi

START-UP berstatus unicorn di Indonesia, Traveloka, mengumumkan rencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau bursa Wall Street tahun ini.

Chief Executive Officer (CEO) Traveloka Ferry Unardi dalam video wawancara dengan Bloomberg Television, Selasa (16/2), mengatakan dana IPO ini akan digunakan untuk melakukan akuisisi atau merger dengan perusahaan lain.

Setelah mencatatkan perusahaannya di bursa Wall Street, perusahaan juga berencana melakukan IPO di di Indonesia. "Jika bisa lebih cepat, kami akan dapat fokus pada eksekusi dan mengembangkan perusahaan," kata Ferry.

Untuk IPO tersebut, Traveloka telah menggandeng JPMorgan Chase & Co. Hanya saja mereka belum secara spesifik diiformasikan apakah akan melantai di New York Stock Exchange (NYSE) atau Nasdaq.

Saat ini Traveloka tak hanya beroperasi di Indonesia namun juga di negara-negara Asia Tenggara. Dampak pandemi covid-19 membuat perusahaan termotivasi tak hanya fokus dalam penyediaan tiket dan akomodasi perjalanan, namun juga merambah ke layanan gaya hidup hingga keuangan.

Meski begitu, Traveloka di Singapura telah memangkas hingga 80% pekerjanya pada April tahun lalu. Ferry mengatakan bisnis perjalanan perusahaan kini mulai kembali pulih, begitu diterapkan pelonggaran perjalanan.

Sebelumnya pada Desember 2020, Tokopedia mengumumkan telah menunjuk Morgan Stanley dan Citi sebagai penasihat untuk mengakselerasi rencana menjadi perusahaan publik.

Namun, Tokopedia belum memutuskan pasar dan metode untuk IPO. Manajemen mengungkapkan perusahaan tengah mengkaji salah satu skema, yakni special purpose acquisition company (SPAC) atau perusahaan akuisisi bertujuan khusus.

"SPAC merupakan salah satu opsi yang potensial yang bisa kami pertimbangkan, namun belum ada yang kami putuskan untuk saat ini,” tulis manajemen Tokopedia Kamis, 17 Desember 2020.

Saat dihubungi, VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan pertumbuhan adopsi pasar semakin mendorong pertumbuhan bisnis Tokopedia selama masa pandemi.

"Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakselerasi rencana kami untuk menjadi perusahaan publik, dan telah menunjuk Morgan Stanley dan Citi sebagai penasihat kami dalam hal ini. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan pasar dan metode untuk ini," kata Nuraini, Rabu (17/2). (E-3)

BERITA TERKAIT