17 February 2021, 10:53 WIB

Menunggu Hasil RDG, IHSG Berpeluang Bergerak Terbatas


Fetry Wuryasti | Ekonomi

BURSA saham AS ditutup bervariasi pada perdagangan semalam. Sementara para investor AS masih wait and see menunggu realisasi stimulus Covid-19 sebesar USD 1,9 triliun yang didesak penerintah AS untuk dikeluarkan dalam waktu dekat.

Selain itu para pelaku pasar juga mewaspadai kenaikan dari yield obligasi benchmark 10 tahun AS yang naik dan menyentuh level 1.3%. Mereka juga menunggu hasil rapat dewan gubernur bank sentral AS (FOMC meeting) tentang suku bunga dan outlook ekonomi AS ke depannya.

"Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang terbatas dimana investor akan menunggu hasil RDG Bank Indonesia terkait suku bunga dan kebijakan moneter lainnya. Secara konsensus diperkirakan BI akan memangkas BI7DRR sebesar 25 bps," kata Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, Rabu (17/2).

Dari pasar komoditas, harga minyak cenderung menguat dimana Brent naik +0,11% dan WTI +1,06%. Minyak WTI menyentuh level USD 60/barrel, tertinggi dalam 1 tahun terakhir setelah adanya kabar cuaca ekstrim melanda AS sehingga membuat sumur minyak tidak dapat beroperasi karena mengalami pembekuan.

baca juga: Membaiknya Neraca Perdagangan Belum Angkat Nilai Tukar Rupiah

Di sisi lain, harga emas turun -1,63%, dan Bitcoin sempat menembus level USD 50.000/koin. Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan kemarin mampu menguat +0,35% namun belum mampu untuk ditutup diatas level 6.300. Investor asing pun masih melakukan aksi net sell di pasar reguler sebanyak Rp 244 miliar. Di sisi lain, yield obligasi 10 tahun juga mengalami kenaikan 3,8 bps ke level 6,28%. (Try)

BERITA TERKAIT