14 February 2021, 19:40 WIB

Dua Pekan Naik, Waspadai Koreksi IHSG Jelang RDG BI


Fetry Wuryasti | Ekonomi

SETELAH Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek dua pekan terakhir, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan penguatan selanjutnya mungkin terbatas akibat dari minimnya sentimen. Kemungkinan besar akan terjadi berpotensi konsolidasi dan berpeluang terjadi aksi ambil untung setelah kenaikan yang dialami.

"IHSG berpotensi bergerak dengan support di level 6.157 sampai 6.018 dan resistance di level 6.286 sampai 6.300," kata Hans Kwee, Minggu (14/2).

Sentimen domestik yang mempengaruhi pergerakan IHSG pekan depan adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan digelar Rabu hingga Kamis, 17-18 Februari 2021.

BI memiliki peluang untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,5%. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah pertumbuhan ekonomi di kuartal ke IV yang relatif mengecewakan.

Selain itu, beberapa kali perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di awal tahun menekan perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : Padat Karya Kemenhub Targetkan Serap 39 Ribu Pekerja di Jateng

"Perlu ada upaya ekstra untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar bisa lebih baik," imbuh Hans Kwee.

Inflasi yang relatif rendah juga membuka peluang bank sentral menurunkan suku bunga acuan.

Pada Januari 2021 BPS melaporkan terjadi inflasi sebesar 0,26% dan 1,55%. Data inflasi ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,45% month to month (mtm) dan 1,68% year on year (yoy).

Faktor pendorong lain, nilai tukar mata uang rupiah saat ini relatif stabil di tengah peningkatan yield government bond Amerika Serikat (AS) karena minat atas aset berisiko meningkat.

Lalu, beberapa vaksin Covid 19 yang telah mendapat ijin pemakaian darurat sebagai ujung dari pandemi Covid-19. Tetapi di tengah kemunculan vaksin ada rangkaian strain (varian baru) dari virus corona baru yang lebih mudah menular.

Ada beberapa varian lebih resisten terhadap Vaksin generasi pertama Covid 19, tetapi tidak berarti vaksin yang saat ini ada tidak berguna.

"Vaksin berfungsi menurunkan tingkat penyebaran virus covid 19," kata Hans. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT