14 February 2021, 11:14 WIB

Pergerakan Pasar Menanti Rilis Data Perdagangan dan Suku Bunga


Fetry Wuryasti | Ekonomi

SETELAH penguatan sepekan minggu kedua Februari Indeks Hrga Saham Gabungan (IHSG) untuk sepanjang minggu ini diprediksi masih terus menguat. IHSG diprediksi bergerak pada kisaran resistance 6.238 dan support 6.200.

"Pergerakan awal pekan akan dipengaruhi sentimen dari data ekonomi yakni Trade Balance dan suku bunga Indonesia," kata analis Artha Sekuritas Dennies Christoper, Minggu (14/2).

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan Bank Indonesia dalam pertemuan dewan gubernur Bank Indonesia, kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,5 %.

Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhinya, antara lain kinerja pertumbuhan ekonomi yang mengecewakan dan perlu ada upaya ekstra untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar bisa lebih kencang lagi.

"Salah satunya dengan cara menurunkan suku bunga acuan, saat suku bunga rendah maka pengusaha dan rumah tangga akan terangsang untuk mengambil kredit sehingga akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi," kata Ibrahim.

Kemudian tekanan inflasi juga sangat minim, sebagai informasi pada Januari 2021 BPS melaporkan terjadi inflasi sebesar 0,26% dan 1,55%  melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,45% mtm dan 1,68% YoY. Sedangkan di bulan Februari ada kemungkinan inflasi di 0,01% mtm dan 1,25% YoY. Di samping inflasi, nilai tukar mata uang rupiah saat ini relatif stabil bahkan cenderung menguat.

baca juga: Saham Eropa Turun Menunggu Stimulus Fiskal AS

"Oleh karena itu apabila Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,5% akan sangat dimungkinkan karena pertumbuhan ekonomi perlu ada pendorong yang pasti terutama dari otoritas Bank Indonesia ditengah resiko kasus covid-19 yang masih tinggi  sehingga bisa mengganggu normaslisasi ekonomi," kata Ibrahim. (OL-3)

BERITA TERKAIT