04 February 2021, 19:51 WIB

RI Ajak Swedia Garap Potensi Energi Terbarukan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

DUTA Besar RI untuk Swedia merangkap Latvia, Kamapradipta Isnomo mengaku tengah mengincar peluang bisnis dengan Swedia, seperti pengembangan energi baru dan terbarukan.

Hal itu disampaikan dirinya dalam Seminar Bisnis virtual "Peluang Bisnis antara ASEAN dan Swedia: Inovasi dan Keberlanjutan, Langkah Menuju Masa Depan", Rabu (3/2).

“Saya mengundang Swedia untuk bermitra dengan Indonedia untuk membangun kebutuhan energi Indonesia secara berkelanjutan dan jangka panjang," ungkap Kamapradipta dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (4/2).

Sementara, lanjutnya, dalam konteks EU-ASEAN Joint Working Group on Palm Oil, Kamapradipta menekankan pentingnya proses tersebut untuk perkuat kemitraan kedua pihak.

“Saya mengajak Swedia untuk memberikan kontribusi dalam mencari solusi yg baik dan adil dalam konteks minyak nabati," tambahnya

Sementara itu, Sekretaris Negara untuk Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Urusan Nordik, Krister Nilsson menyampaikan bahwa ASEAN merupakan pasar yang penting bagi perusahaan Swedia.

“Pemerintah Swedia sangat berkepentingan untuk tingkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara ASEAN," ujarnya.

"Saya percaya bahwa perusahaan Swedia dapat memberikan sumbangan positif bagi sektor bisnis di ASEAN, yaitu aspek-aspek keberkelanjutan, transparansi, dan dialog sosial," pungkas Kristek.

Sebelumnya, Pusat Data dan Informasi ESDM melaporkan bahwa pada 2020 capaian energi terbarukan masih positif kendati ada pandemi covid-19. Porsi energi terbarukan naik menjadi 11,51% dari 9,2% (2019) dalam bauran penyediaan energi nasional.

Kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan dilaporkan mencapai 10.467 MW, naik dari 2019 sebesar 10.291 MW. Tambahan pembangkit EBT di antaranya diperoleh dari PLTA Poso sebesar 66 MW, PLTM Sion sebesar 12,1 MW, dan PLTS Atap sebesar 13,4 MW. (OL-8)

BERITA TERKAIT