28 January 2021, 21:27 WIB

Bank Mandiri Belum Minat Menjadi Neo Bank


Fetry Wuryasti | Ekonomi

DIREKTUR Teknologi Informasi PT Bank Mandiri Persero Tbk Rico Usthavia Franz mengakui akhir-akhir ini pendekatan neo bank atau bank digital merupakan salah satu yang dilakukan oleh pemain industri.

Bank Mandiri sudah melakukan kajian terkait hal ini dan memutuskan tidak akan serta merta latah masuk ke dalam neo bank.

"Kajian kami dari aspek regulasi, teknologi, organisasi, SDM, branding dan ekosistem," kata Rico usai paparan kinerja Bank Mandiri kuartal IV-2020, Kamis (28/1).

Hasilnya, sementara ini dari sisi regulasi, baik menggunakan Bank Mandiri sendiri maupun misalnya neo bank, akan sangat tergantung kepada regulator apakah arahnya nanti akan ada lisensi digital sendiri atau lisensi akan tetap sama dengan bank umum biasa.

Baca juga : Bank Dunia-IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Rupiah Melemah

Dari sisi teknologi, Bank Mandiri tetap mengembangkan di sistem internal sehingga beban dari legacy system bisa mereka atasi dan tidak menjadi halangan untuk pengembangan digital.

Dari sisi SDM, dia katakan pengembangan praktisi ahlinya harus dibangun dari awal dan membutuhkan waktu. Branding Bank Mandiri juga dia rasa sangat kuat untuk mendapatkan nasabah jadi tidak hanya bermain dari harga tetapi menjadi bank yang memberikan nilai sesuai dengan brand yang diusung.

"Dari ekosistem,kami memiliki nasabah yang  jumlahnya besar. Sehingga pada saat kami melakukan negosiasi dengan digital ekosistem yang lain, kami memiliki kekuatan yang cukup. Kami akan terus mengembangkan strategi digital secara organik," kata Rico. (OL-7)

BERITA TERKAIT