28 January 2021, 07:00 WIB

Siapkan Strategi Pascapemulihan


M Ilham Ramadhan | Ekonomi

INDONESIA MAMPU BERTAHAN DAN BANGKIT: Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan paparan dalam acara Media Group News Summit How to Accelerate Economic Growth secara virtual, di Gedung Media Group, Kedoya, Jakarta, Rabu (27/1). Sri Mulyani mengaku lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan akibat pandemi covid-19 tahun ini. Pasalnya, Indonesia telah mampu bertahan dalam tekanan pandemi selama 2020.


WAKIL Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pihaknya telah memetakan peranan strategis dalam masa pandemi covid-19 menjadi tiga fase. Tiga tahapan itu, yakni fase survival di 2020, fase restart di 2021, dan fase pascapemulihan atau recovery di 2022.

“Fase survival di 2020 dan sampai sekarang, kemudian restart di 2021 dimulai vaksinasi jadi katalis dan game changer agar kita mulai beraktivitas dan diharapkan tumbuh recovery ekonomi di 2021. Lalu, pascarecovery 2022, jadi kami dari awal sudah memetakan harus membuat 3 model respons yang berbeda,” ujarnya dalam Media Group News (MGN) Summit Indonesia 2021 bertajuk Economic Recovery: How to Accelerate Economic Growth, kemarin.

Di fase pascapemulihan, imbuh dia, Kementerian BUMN meramu beberapa kebijakan  untuk mengungkit kembali geliat ekonomi nasional. Salah satunya diperuntukkan  pada sektor pariwisata. Pria yang karib disapa Tiko itu menuturkan, sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terpukul akibat pandemi. Pemulihan di sektor itu juga dinilai membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Oleh karenanya, Kementerian BUMN akan membentuk holding pariwisata untuk mempercepat pemulihan sektor tersebut. “Saat ini kami sedang menyelesaikan proses holding pariwisata dan pendukungnya, ada Angkasa Pura, ITDC, KIW, dan lainnya,” jelas Tiko.

Melalui pembentukan holding itu diharapkan ekosistem sektor pariwisata di bawah naungan perusahaan milik negara dapat menjadi katalis pemulihan di sektor itu. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci skema atau program yang akan dilakukan holding tersebut.

“Kemarin kita diskusi dengan Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) bagaimana 5 destinasi wisata prioritas ini bisa kita tingkatkan secara cepat dan mengakselerasi tourism sebagai salah satu backbone pertumbuhan ekonomi pada pascarecovery tadi,” katanya.

Perkuat daya saing
Selain itu, Kementerian BUMN juga akan melakukan integrasi di sektor pangan melalui PT Rawajali Nusantara Indonesia. Tujuannya ialah untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kemampuan Indonesia di dalamnya, termasuk food estate.

“Kami juga sedang proses untuk menggabungkan holding ultramikro di antara BRI, Pegadaian, dan PNM (Permodalan Nasional Madani),” imbuh Tiko. “Ini ialah berbagai inovasi yang masih model, inovasi institusi yang diharapkan memperkuat daya saing BUMN pascacovid-19 dan nantinya bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah fase recovery.”

Kementerian BUMN, sambung Tiko, akan berfokus mendukung UMKM melalui program pasar digital (Padi) untuk Indonesia. Dalam waktu dekat pula akan mengimplementasikan komitmen mendukung UMKM melalui pembelian barang jasa di bawah Rp14 miliar.

“Diharapkan ini akan diimplementasikan di banyak BUMN, diharapkan ini bisa memberi ruang dan pasar bagi pelaku UMKM. Kalau tadinya kita melakukan ini lebih kepada P2P, sekarang kita upayakan agar UMKM mampu menjalankan usahanya  kepada BUMN,” terang Tiko.

Adapun dari sisi teknologi, lanjut dia, transformasi digital akan menjadi katalis mendorong daya saing Indonesia. “Telkom akan kita transformasi, selain sebagai perusahaan publik yang profitable dan memiliki nilai baik juga akan menjadi digital hub BUMN.” (S-2)

BERITA TERKAIT