28 January 2021, 07:05 WIB

Mendag Kaji Insentif bagi Sektor Otomotif


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi bakal melobi Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengkaji insentif pada sektor otomotif yang terpukul selama pandemi covid-19. Tercatat, meski neraca perdagangan Indonesia  surplus sebesar US$21,74 miliar pada 2020, konsumsi masyarakat atas sektor otomotif menurun 18,06%.

“Saya ingin bicara sama Ibu Sri Mulyani, yakni untuk memberi insentif  agar bisa menumbuhkan kepercayaan pasar sehingga orang mengonsumsi dulu (produk otomotif),” tutur Lutfi dalam Media Group News (MGN) Summit How to Accelerate Economic Growth secara virtual, kemarin.

Dengan adanya pemasukan pada sektor perdagangan, termasuk otomotif, Lutfi optimistis daya beli masyarakat akan meningkat pada tahun ini.

“Dengan masyarakat mengonsumsi, kredit jalan lagi, pembelian mobil dan sepeda motor juga jalan. Saya jamin inflow dari barang-barang bahan baku dan bahan penolong ini akan baik tata laksananya,” ucap Lutfi.

Ia juga optimistis dengan meningkatnya konsumsi produk otomotif, dapat mendorong transformasi Indonesia menjadi negara pengekspor barang berteknologi tinggi.

Karena itu, pihaknya berupaya mencari peluang pasar otomotif dengan misalnya mendorong ratifikasi perdagangan seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) dan memperbaiki tata kelola sistem perdagangan. “Kita baru ratifikasi Indonesia-Australia CEPA, mungkin setelah kita memperbaiki sistem, saya jamin mobil Kijang (Innova), Expander kita bakal kuasai pasar Australia dengan besar,” pungkas Lutfi.

Diketahui, berdasarkan data ASEAN Automotive Federation (AAF), selama 10 bulan di 2020, total penjualan mobil di Indonesia mencapai 421.089  unit, turun 50,5% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Di urutan kedua, ada Filipina yang menurun 42,7% secara tahunan.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian disebutkan, dari Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengaspalkan 206.685 unit kendaraan completely build up (CBU), 46.446 unit completely knock down (CKD), serta 53,6 juta buah komponen kendaraan. Kemudian, produksi kendaraan roda empat Indonesia pada 2019 tercatat sebanyak 1.286.848 unit. Angka itu dikatakan jauh jika dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95.094 unit. (Ins/S-3)

BERITA TERKAIT