27 January 2021, 23:08 WIB

Luhut : Teknologi Modern Majukan Food Estate Indonesia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penggunaan teknologi canggih dapat memajukan proyek lumbung pangan (food estate) yang tengah digarap pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Luhut saat mengunjungi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Serpong, Banten, Rabu, bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Rabu (27/1).

“Untuk memajukan food estate di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah serta pertanian di Indonesia, kita perlu menggarap sektor pertanian secara modern agar mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Luhut dalam keterangannya, (27/1).

Luhut mengatakan, terdapat tiga pokok utama dalam pengembangan sektor pertanian yaitu pupuk, bibit, serta alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Saat ini, ungkapnya, Kementerian Pertanian telah mengembangkan berbagai teknologi, seperti alat mesin penanam tebu dan pemasang dripline irrigation, traktor perahu, alat penggulud (traktor roda 2 dan 4), alat pemanen, serta drone penebar pupuk granuler. 

Baca juga : Waspadai Krisis Pangan, Anggaran Rp99 Triliun Disiapkan    

Selain itu Menko Marves menyebut, peralatan pertanian perlu diupayakan berasal dari produksi dalam negeri untuk mendorong Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) seperti pada pekerjaan persiapan lahan, penanaman, panen, dan pasca-panen. 

“Pengembangan food estate di Sumatera Utara telah banyak menggunakan peralatan produksi dalam negeri, seperti PT Pindad dan UMKM,” jelas Luhut. 

Dia berujar dengan kemandirian teknologi akan alat dan mesin pertanian, dapat membantu dan menambah penghasilan masyarakat. 

“Dengan pengembangan alsintan (Alat dan Mesin Pertanian), hasil tani juga dapat semakin banyak dan semakin memperbesar cakupan pasar,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah disebut tengah mendorong implementasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tidak hanya untuk budidaya, melainkan untuk semua sektor agribisnis mulai dari sektor sarana produksi (saprodi), produksi, maupun pasca produksi serta jasa penunjangnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT