27 January 2021, 18:13 WIB

Fintech Diandalkan Bantu UMKM Manfaatkan Ekonomi Digital


M. Ilham ramadhan Avisena | Ekonomi

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Perekonomian tengah mengembangkan Strategi nasional (Stranas) Ekonomi Digital. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM.

"Melalui penandatanganan kerja sama ini juga tentu diharapkan dapat berimbas pada digitalisasi serta peningkatan daya saing UMKM lokal," tutur Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin melalui siaran pers, Rabu (27/1).

Stranas Ekonomi Digital itu terdiri atas empat pilar, yakni talenta digital; riset dan inovasi; infrastruktur fisik dan digital; serta regulasi dan kebijakan yang mendukung. 

Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) sebagai wadah dari pelaku industri fintech di Indonesia menyambut baik penyusunan Stranas tersebut, sekaligus menandatangani perjanjian kerja sama Pengembangan Ekonomi Digital Nasional melalui Pemanfaatan Layanan Keuangan Digital.

Perjanjian tersebut diharapkan menjadi titik awal dan wujud nyata koordinasi dan sinergi kedua pihak dalam mengembangkan layanan keuangan digital. Selain itu juga diharapkan akan meningkatkan edukasi terkait industri layanan keuangan digital dan teknologi, dalam konteks ekosistem ekonomi digital.

Kerja sama itu sejalan dengan komitmen Pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional. Melalui langkah-langkah strategis dalam digitalisasi layanan keuangan ini, diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dan menjadi jembatan menuju perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Rudy mengatakan, terbatasnya digitalisasi UMKM nasional menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi kinerja UMKM di tengah pandemi dan keterbatasan mobilitas masyarakat.

Padahal dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat kepemilikan smartphone tinggi diikuti penetrasi internet masif, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Potensi ini secara pararel dapat turut mendorong produktivitas UMKM termasuk di masa pandemi ini.

Baca juga : POJK Securities Crowdfunding Buka Akses Pendanaan untuk UKM

"Perkembangan ekonomi digital memberikan tantangan tersendiri terhadap UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, baik dalam memasarkan produknya maupun untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Selain itu juga keterbatasan infrastruktur dan tenaga kerja yang kurang terampil masih menjadi kendala bagi perkembangan ekonomi digital nasional," jelas Rudy.

Dia menambahkan, salah satu tantangan digitalisasi UMKM di Indonesia ialah rendahnya tingkat literasi digital, literasi keuangan, dan literasi keuangan digital. Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) yang digelar OJK menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia di tahun 2019 masih di angka 38,03%. Angka ini adalah jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri digital diharapkan dapat mengatasi tantangan-tantangan di atas serta mendorong perkembangan ekonomi digital serta kinerja UMKM nasional yang lebih baik. 

Wakil Ketua Umum AFTECH, Budi Gandasoebrata menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung digitalisasi UMKM melalui inovasi dan teknologi layanan keuangan digital, sepertipembayaran digital, pinjaman online, aggregator, innovative credit scoring, perencana keuangan, insurtech, e-KYC, dan pembiayaan proyek (project financing).

"AFTECH mendukung program Kemenko Perekonomian RI dalam pengembangan ekonomi digital melalui pemanfaatan layanan serta peningkatan literasi keuangan digital," ujar Budi.

Dia berharap, digitalisasi yang meningkatkan akses terhadap berbagai layanan keuangan serta korelasi dengan ekosistem ekonomi digital dapat membantu UMKM nasional bertahan dan bertumbuh pada saat ini. 

Menurut Budi, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi akan signifikan mengingat lebih dari 97% tenaga kerja Indonesia dipekerjakan di UMKM dan lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dihasilkan dari segmen tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT