27 January 2021, 11:55 WIB

PUPR: Jalan Tol yang Beroperasi Baru 2.342 Kilometer


M. Iqbal Al Machmudi |

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol di Indonesia pada 2050 sepanjang 18.088 kilometer (Km). Hingga saat ini yang sudah beroperasi baru 2.342 Km. Sedangkan yang masih dalam tahap konstruksi atau pembebasan lahan sepanjang 1.500 Km dan yang baru masuk tahap perencanaan dan persiapan 14 ribu Km.

"Sampai Januari ini yang sudah beroperasi 2.342 Km. Dengan rincian pada 1978-2014 penambahan 795,22 Km; 2015-2019 penambahan 1.298,23 Km; 2020 ada penambahan 246,12 Km; dan 2021 baru 2,85 Km," kata Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian dalam RDP dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).

Rencananya PUPR akan menambah panjang jalan tol 2020-2024 sepanjang 2.536 Km. Sehingga diharapkan hal itu bisa terjadi sehingga pada 2024 jalan tol sepanjang 4.630,25 Km sudah bisa beroperasi.

"Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mengalokasikan untuk pembangunan jalan tol 2.500 Km," ucapnya.

Pembangunan jalan tol tersebut juga akan dikebut oleh PUPR. Melalui Direktorat Jendral Bina Marga akan terus dilakukan mengingat pagu anggaran pada bulan ini belum banyak yang terserap.

Direktorat Jendral Bina Marga berencana menyerap pagu anggaran pada Januari ini sebesar 7,38% atau sebesar Rp3,83 triliun. Namun, per 25 Januari 2021 anggaran yang baru terserap baru Rp1,52 triliun atau baru 2,82%.

"Sisa waktu seminggu ini kita harus menyerap cukup banyak yakni hampir 6%. Kenapa belum terserap? karena sebagian besar teman-teman menunggu jadwal monthly certificate kita harapkan hari-hari ini ada pembayaran yang cukup signifikan," ucap Hedy.

Diketahui pagu anggaran 2021 Direktorat Jendral Bina Marga sendiri sebesar Rp53,96 triliun. Rencana penyerapan anggaran pada triwulan I 2021 yakni Januari ditargetkan menyerap Rp3,83 triliun; Februari Rp7,74 triliun; dan Maret Rp11,08 triliun. (Iam/OL-10)

BERITA TERKAIT