26 January 2021, 23:26 WIB

INA dan UU Cipta Kerja Menjadi Penggerak Investasi 2021  


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PENGUSAHA menilai Undang-Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA), akan menjadi penggerak investasi pada 2021 ini.

"Kami melihat yang akan lebih optimis di 2021 ini adalah UU Cipta Kerja dan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA). Dua komponen ini jadi penggerak investasi yang menurut saya cukup menarik di 2021 dan selanjutnya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani dalam Webinar Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Selasa (26/1).

Awalnya, pemerintah telah menetapkan peraturan turunan UU Cipta Kerja  terdiri atas empat peraturan presiden (perpres) dan 40 peraturan pemerintah (PP).

Kemudian, terdapat tambahan perincian di sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat, sehingga PP bertambah menjadi 48. Dengan demikian, aturan turunan secara keseluruhan berjumlah 52 yang terdiri atas 48 PP dan 4 perpres.

Hingga saat ini sebanyak 19 rancangan PP dan empat perpres telah selesai diharmonisasi dan siap diundangkan sedangkan 21 peraturan pelaksana sisanya masih dalam proses dan hampir selesai.

Sementara itu, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) diharapkan mampu menarik para investor sovereign wealth fund (SWF) negara lain seiring dengan target Presiden Joko Widodo agar LPI mampu menghimpun dana awal sebesar USD 20 miliar.

Optimisme mulai hadir dari kalangan pengusaha atas capaian realisasi investasi 2020 yang sukses melampaui target meski di tengah pandemi COVID-19. Namun, Hariyadi juga mengakui kondisi pada 2021 juga sama beratnya, yaitu mendorong pemulihan ekonomi pada dengan mengendalikan pandemi.

"Bagaimana pun juga, waktu-waktu terakhir ini memang cukup merisaukan karena rumah sakit penuh, penyebaran cepat sekali dan sangat dekat dengan kita sehari-hari. Ini sangat merisaukan kami selaku pengusaha dan sangat menghambat kemajuan kita," kata Hariyadi. (OL-7)

BERITA TERKAIT