26 January 2021, 14:30 WIB

Ekonomi Terdampak PPKM, Proyeksi Pertumbuhan Dipangkas


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEBIJAKAN Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir pada 8 Februari dinilai berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 menjadi 4-5,2%, dari sebelumnya di kisaran 4,5-5,5%.

“Di sektor perekonomian, kita akan melihat di 2021 pertumbuhan sekitar 4%-5,2%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam seminar virtual, Selasa (26/1).

Pandemi covid-19 dikatakannya masih menjadi persoalan utama di Tanah Air. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menyeimbangkan kebijakan gas dan rem. Sehingga, masalah kesehatan dapat terkendali dan dampak perekonomian bisa ditangani.

Baca juga: Aturan Turunan UU Cipta Kerja Bertambah Jadi 52

“Kita perlu untuk mencari jalan keluar agar pandemi ini bisa direm. Tentunya dalam hal yang sama, kita menyeimbangkan arahan Bapak Presiden antara gas dan rem. Kita perlu terus membangkitkan semangat di sektor perekonomian,” imbuh Airlangga.

Progam vaksinasi covid-19 menjadi kunci utama dalam pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi. Program tersebut diharapkan rampung pada tahun ini. Dengan begitu, Indonesia dapat mencapai imunitas populasi (herd immunity).

Baca juga: SE Terbit, Kemenhub Tetapkan GeNose Jadi Syarat Perjalanan KA

Sejauh ini, vaksin telah disuntikkan kepada 179 ribu orang dari target 1,3 juta tenaga kesehatan dalam daftar prioritas. “Pemerintah sudah membuat jadwal. Bapak Presiden meminta agar ini selesai di Desember. Sehingga ada percepatan 77 juta masyarakat yang awal di Januari-Maret tahun depan, itu ditarik ke sini,” pungkasnya.

Meskipun program vaksinasi sudah berjalan, dia meminta masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan. Pada saat yang sama, pemerintah akan mengupayakan testing, tracing dan treatment (3T).

Dia juga berharap rumah sakit baik pemerintah, BUMN dan swasta dapat memenuhi keputusan Menteri Kesehatan terkait kapasitas 30% untuk penanganan covid-19. Diharapkan pula ketersediaan ruang isolasi dan kasur bagi pasien covid-19.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT