26 January 2021, 14:14 WIB

Kemenkeu: Rasio Utang Indonesia Terkendali


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KEPALA Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menuturkan, rasio utang Indonesia masih dalam posisi yang terjaga dan terkendali. Rasio utang Indonesia selama 2020 diproyeksikan sebesar 38,5%.

“Kalau dilihat dengan negara G20 dan ASEAN, rasio utang publik Indonesia termasuk yang paling rendah. Dan kenaikannya pun relatif sangat manageable dibandingkan dengan negara lain,” tuturnya dalam Business Challaenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi yang diselenggarakan Bisnis Indonesia secara virtual, Selasa (26/1).

Baca juga: Pusat Sudah Bangun Tol, Presiden: Pemda Harus Gaet Investasi

“Kalau kita lihat dengan Filipina, itu sudah lebih tinggi dari kita dan diproyeksi akan 2020-nya di 48,9%, Vietnam juga lebih tinggi di 46,6%, Thailand 50,4%, Malaysia sudah mencapai 67,6%,” jelas Febrio.

Itu juga ditandai dengan defisit Indonesia yang tergolong rendah di 2020. Tercatat, sementara ini defisit anggaran Indonesia berkisar 6,1% terhadap PDB. Febrio bilang, itu lebih baik bila dibandingkan dengan negara anggota G20 dan negara ASEAN lain yang bahkan defisitnya menyentuh dobel digit.

Kondisi yang relatif lebih baik itu terjadi karena Indonesia memiliki kondisi makro ekonomi yang lebih stabil. Sebab, selama ini Indonesia berhasil menjalankan disiplin fiskal dan itu mendapatkan apresiasi dari dunia.

Hal tersebut, kata Febrio, menjadi pondasi kuat yang dimiliki Indonesia di tahun pemulihan. Dia mengatakan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan berada di level yang moderat dan lebih baik dibandingkan negara lain.

“Harapannya pemulihan yang terjadi dalam tiga kuartal terakhir, sejak paling dalam di kuartal kedua tahun 2020, di kuartal ketiga membaik dan keempat harapannya jauh lebih baik lagi, sehingga ini menjadi modal kita di 2021 untuk memiliki optimisme dalam mengelola perekonomian kita,” jelasnya.

“Kalau dibandingkan dengan negara lain, negara besar G20 dan juga negara ASEAN, kita relatif cukup baik. Mungkin hanya Tiongkok dan Vietnam yang mungkin akan positif tumbuh di 2020. Kontraksi kita sangat moderat,” pungkas Febrio. (OL-4)

BERITA TERKAIT