25 January 2021, 12:05 WIB

Optimistis Terus Bertumbuh pada 2021


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI covid-19 yang melanda yang di banyak negara, termasuk Indonesia memang memunculkan dampak yang signifikan di masyarakat. Betapa tidak? Hampir semua sektor terdampak wabah tersebut.

Alhasil kesehatan pun menjadi sesuatu yang sangat penting bagi masyarakat. Hal itulah yang coba dimanfaatkan sejumlah perusahaan asuransi.  Salah satunya adalah PT Sompo Insurance Indonesia.

Baca juga: ITB Wajibkan Mahasiswa Baru Miliki Asuransi Kesehatan

Mereka pun menunjukkan kinerja keuangan yang stabil memasuki 2021. Rasio solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) Asuransi Sompo per Desember 2020  mencapai 208% (belumk diaudit), jauh di atas angka 120% yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini berarti, Asuransi Sompo bisa memenuhi kewajiban asuransi mereka hampir dua kali lipat dari batas minimum yang ditentukan.

Sebagai perusahaan dengan pengalaman selama 45 tahun di Indonesia dan lebih dari 130 tahun di Jepang, kinerja mereka pada 2020 didorong oleh kepercayaan dari nasabahnya pada layanan dan perlindungan terhadap berbagai risiko di properti, kendaraan bermotor, pengiriman kargo, teknik, kesehatan, kecelakaan pribadi, perjalanan, kredit perdagangan, kewajiban bisnis, dan banyak lainnya. Penawaran produk yang beragam ini, dikombinasikan dengan pelayanan yang cepat dan mudah, serta solusi komprehensif, memungkinkan Asuransi Sompo memenuhi kebutuhan pribadi atau bisnisnasabahnya di berbagai skala.

“Tujuan kami yang terutama adalah melindungi nasabah kami ketika mereka membutuhkannya. Peran asuransi dalam melindungi masa depan menjadi lebih penting di tengah ketidakpastian akibat pandemi ini. Bagi kami, memiliki fondasi bisnis yang kokoh dan tangguh merupakan hal yang fundamental,” ujar  CEO PT Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz.

Mereka, lanjut dia menargetkan bisa tumbuh secara berkesinambungan tahun ini dengan terus berinovasi. Dalam laporannya, Deloitte optimistis bahwa pasar asuransi umum global akan rebound pada 2021 dengan pertumbuhan sekitar +3% dalam setahun penuh dibandingkan 2020. Beberapa tantangan dan risiko yang harus dipertimbangkan dan diantisipasi tahun ini, antara lain adalah meningkatnya kegiatan pemasaran secara daring (online) dan munculnya permasalahan penyelesaian klaim terkait covid-19.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Hastanto Sri Margi Widodo, menilai bahwa marwah industri asuransi adalah mengelola risiko atau liabilitas dengan aset yang ada, sehingga manajemen aset dan liabilitas itu menjadi kunci.

“Tidak diragukan lagi, covid-19 telah menjadi akseleran adopsi teknologi di industri asuransi untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas. Nasabah menginginkan pelayanan yang personal dan on-demand di ponsel mereka. Karenanya, dalam jangka pendek hingga menengah, kita akan melihat konsolidasi di industri Insurtech baik melalui merger dan akuisisi, kerjasama teknologi jangka panjang, dan bahkan mungkin muncul saluran distribusi digital baru yang mendisrupsi. Bagaimanapun, ini semua akan menguntungkan nasabah dan pelaku bisnis perantara yang menginginkan kecepatan dan kenyamanan,” kata Nemitz. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT