24 January 2021, 12:09 WIB

Pelindo 1 Catatkan Peningkatan Trafik Peti Kemas di Tengah Pandemi


Yoseph Pencawan | Ekonomi

DI tengah pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian nasional dan global, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), atau Pelindo 1, tetap mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang 2020. Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama mengatakan perusahaannya bersyukur meskipun secara umum kondisi usaha dan bisnis cukup berat pada 2020, tetapi masih dapat mencatatkan pertumbuhan di sejumlah segmen usaha, terutama bongkar muat peti kemas.

"Kinerja positif Pelindo 1 ditopang segmen bongkar muat peti kemas yang tumbuh 6,35%," ungkapnya, Sabtu (23/1).

Kinerja bongkar muat mengalami peningkatan dari 1,33 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019 menjadi 1,42 juta TEUs pada 2020. Menurut Dani Rusli, peningkatan bongkar muat peti kemas ini lebih banyak didorong oleh perdagangan domestik.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, BUMN Depo Peti Kemas Sukses Lakukan Terobosan

Di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, yang merupakan terminal petikemas terbesar milik Pelindo 1, bongkar muat peti kemas di terminal domestik sepanjang 2020 tercatat mencapai 575.300 TEUs. Capaian itu naik 7,85% dibandingkan tahun 2019 yang hanya 533.406 TEUs. Sementara bongkar muat peti kemas untuk tujuan ekspor-impor sebanyak 557.983 TEUs, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan bongkar muat peti kemas yang signifikan terjadi di Pelabuhan Kuala Tanjung, dengan pertumbuhan sebesar 125%. Sementara kontribusi terbesar disumbang oleh Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, dengan porsi mencapai 80% dari total bongkar muat peti kemas Pelindo 1.

Adapun Pelindo 1 melayani bongkar muat peti kemas di wilayah Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Pekanbaru, Tanjungpinang, Sibolga, Lhokseumawe, Malahayati, Gunungsitoli, dan Tanjung Balai Karimun. Menurut Dani Rusli, capaian itu mampu disentuh berkat sejumlah strategi yang dilakukan Pelindo 1.

Antara lain mendorong investasi dan infrastruktur di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, mempercepat inovasi dan implementasi digital, serta
meningkatkan kolaborasi dan partnership. Terkait dengan investasi dan infrastruktur, Pelindo 1 telah menyelesaikan pembangunan dan pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) dengan panjang dermaga 500 x 60 meter, kapasitas peti kemas 600.000 TEUs dan tangki timbun CPO hingga 100.000 metric ton.

KTMT juga memiliki fasilitas kelas dunia dengan draft dermaga mencapai 16-17 meter LWS (Low Water Spring) sehingga bisa melayani kapal raksasa sejenis Very Large Container Carrier (VLCC) dan Mother Vessel Container.

Sepanjang tahun 2020, semakin banyak kapal-kapal besar yang singgah di Pelabuhan Kuala Tanjung mendorong kenaikan kunjungan (trafik) kapal dari sisi kapasitas muat atau gross tonnage (GT) hingga 22%.

Pelindo 1 juga telah menyelesaikan pembangunan TPK Belawan Fase 2 yang memiliki panjang dermaga 350 meter dan dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern. Antara lain 4 unit Ship to Shore (STS) Crane, 12 unit Automatic Rubber Tyred Gantry (ARTG) dan 20 Terminal Tractor dengan container yard seluas 350 x 306 meter untuk mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas.

TPK Belawan Fase 2 siap beroperasi di awal triwulan pertama pada tahun ini dan dipastikan akan memberi manfaat berupa peningkatan kapasitas,
produktivitas bongkar muat dan pemanfaatan teknologi. Strategi lain, lanjut Dani Rusli, adalah mempercepat inovasi dan digitalisasi. Yang mana sejauh ini Pelindo 1 telah memaksimalkan dukungan teknologi informasi untuk semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di pelabuhan.

Yakni melalui hadirnya layanan E-Berthing, E-Ticketing dan E-Pass. Selain itu, Pelindo 1 juga meningkatkan kolaborasi dan partnership dengan berbagai stakeholder dan investor agar layanan mereka semakin baik.

Dengan itu semua, Pelindo 1 bisa mempertahankan kesinambungan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Dani Rusli juga berterimakasih kepada semua mitra dan pengguna jasa yang tetap menaruh kepercayaan tinggi kepada Pelindo 1.

"Pelindo 1 tetap memberikan layanan yang optimal selama masa pandemi seperti saat ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lingkungan pelabuhan Pelindo 1 dalam pelayanan barang dan penumpang guna mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19," pungkas Dani Rusli. (YP/OL-10)

BERITA TERKAIT