22 January 2021, 23:18 WIB

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital demi melancarkan operasional pemanfaatan gas bumi.

Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas melalui skema Share Service Integrasi Data.

Melalui skema tersebut, perseroan memiliki kemampuan untuk mengawasi pengelolaan gas bumi di sepanjang rantai nilai gas bumi di seluruh anak usaha subholding gas. 

"Kemampuan memonitoring pengelolaan gas bumi akan mempercepat pengambilan keputusan dan pengembangan di seluruh mata rantai bisnis gas bumi," ujar Direktur Komersial PGN Faris Aziz melalui keterangan resmi, Jumat (22/1).

Adapun, ia menjelaskan bahwa pengawasan terbagi dalam dua sistem yaitu sistem informasi terintegrasi dan dashboard gas nasional.

Baca juga : Tolak Aturan Royalti, Google Ancam Setop Layanan di Australia

“Setelah melalui proses analisa, skema share service yang terintegrasi akan dikendalikan di level Pipeline Management. Share Service bertujuan untuk mengoptimalkan asset yang dimiliki, efisiensi biaya operasi dan maintenance yang ada di Anak Perusahaan PGN,” jelas Faris.

Adapun, dashboard nasional PGN berisikan seluruh hal terkait operasi bisnis subholding gas termasuk seluruh anak usaha dari hulu hingga hilir. 

"Dashboard ini berisi berbagai informasi mulai dari ketersediaan hingga pendistribusian gas sampai ke pelanggan. Program ini memiliki banyak benefit yaitu penyampaian data yang lebih cepat dan akurat, memudahkan analisis dan pengambilan keputusan oleh manajemen baik terkait operasional dan pengembangan untuk mencapai visi misi perusahaan, indentifikasi kendala operasional di anak-anak perusahaan sebagai," terangnya.

Aspek penguasaan teknologi menjadi salah satu pondasi utama untuk keberhasilan pemanfaatan gas bumi. 

Kini PGN telah mengelola 96% infrastruktur gas bumi di Tanah Airdan melayani lebih dari 422.000 pelanggan di sektor industri komersial, rumah tangga, UMKM, pembangkit listrik, dan transportasi (SPBG). (OL-7)

BERITA TERKAIT