22 January 2021, 16:07 WIB

Vaksinasi jadi Kunci Pemulihan Ekonomi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

BANK DBS dalam laporan Regional Equity Outlook 2021: Taming Covid-19 menyebutkan hingga akhir 2021 hanya 38% populasi global yang mendapatkan vaksin. Di 2022, kekebalan kelompok baru akan terjadi setelah 70% penduduk global divaksin.

Sedangkan di Indonesia, program vaksinasi telah dimulai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/1). Dibutuhkan waktu untuk mencapai kekebalan kelompok populasi di Indonesia.

"Besarnya populasi dunia dan keterbatasan kapasitas produksi, tantangan logistik, distribusi, dan administrasi vaksin, proses vaksinasi akan membutuhkan waktu," ujar tim analis DBS Kee Yan Yeo melalui siaran pers, Jumat (22/1).

Oleh karena itu, seperti disampaikan Bank Indonesia, vaksinasi saja tak cukup. Kombinasi ketaatan pada protokol kesehatan (jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker) tetap diperlukan dengan vaksinasi sebagai prasyarat bagi pemulihan ekonomi.

Pada awalnya, beberapa vaksin tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Sekitar 75 juta penduduk Indonesia diharapkan membayar sendiri vaksin covid-19. Alasannya, anggaran pemerintah sangat terbatas, hanya mampu memberikan vaksin gratis kepada 104 juta penduduk penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Pandemi yang telah berjalan hampir satu tahun ini, kata Kee Yan Yeo, telah menyebabkan pelemahan ekonomi secara global. Negara maju, negara miskin, negara besar maupun negara kecil, terkena dampaknya tanpa kecuali. Dalam laporan World Economic Outlook 2020: A Long and Difficult Ascent, Dana Moneter Internasional (IMF) meramal perekonomian global akan jatuh hingga minus 4,4% di 2021.

Sedangkan Bank DBS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali positif tumbuh di kisaran 4%. “Untuk memperbaiki ekonomi nasional, Indonesia tidak terlalu bergantung pada sektor pariwisata dan transportasi, namun membangkitkan kembali ekonomi domestik menjadi hal yang krusial," jelas Kee Yan Yeo.

Dengan dimulainya vaksinasi, imbuhnya, diharapkan pemerintah Indonesia tidak perlu mengulangi lagi pembatasan sosial secara ketat yang telah membuat banyak perusahaan babak belur selama periode pandemi. Selain vaksinasi, stimulus ekonomi dari pemerintah dan Undang-undang Cipta Kerja diharapkan akan menjadi tambahan vitamin bagi pemulihan ekonomi Indonesia. (E-3)

BERITA TERKAIT