22 January 2021, 11:07 WIB

Kementan Terus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Pertanian terus menggenjot peningkatan kompetensi dan kualitas SDM bidang pertanian termasuk penyuluh pertanian. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan penyuluh pertanian merupakan inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat, harus mampu mengelola pertanian yang ada di masyarakat.

"Kalau begitu, pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita," tegas Mentan Syahrul.

Menurutnya, salah satu tugas penyuluh adalah memastikan produksi tetap berlangsung. “Sebagai garda terdepan dalam pertanian, penyuluh juga harus mendampingi petani agar produksi yang dihasilkan benar-benar berkualitas," lanjutnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, mengingatkan bahwa pertanian membutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks. 

“Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa” ujar Dedi Nursyamsi yang hadir secara virtual pada pembukaan diklat dasar dan terampil penyuluh yang diselenggarakan BPP Jambi pada Jumat (22/1).

Ditegaskan Dedi, sebagai insan pertanian, tugas kita ialah menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan ekspor, semua dapat tercapai dengan peningkatan produksi.

“Sebuah tugas yang luar biasa, sehingga yang menjalankan nya harus luar biasa, untuk itu penyuluh sebagai garda terdepan dari pembangunan pertanian, memegang peranan penting untuk mencapai hal tersebut, terutama dalam peningkatan produksi," papar Dedi.

Menurutnya, produktivitas nasional di mulai dari produktivitas wilayah binaan masing masing penyuluh, penyuluh harus mampu untuk mendorong hal tersebut, keberhasilan pembangunan pertanian di mulai dari keberhasilan para penyuluh untuk meningkatkan produktivitas

“Penyuluh juga harus hadir mendampingi petani, menyemangati petani, penyuluh juga harus mampu untuk memberikan solusi kepada para petani seperti saat kesulitan pupuk, karena ketergantungan pada subsidi atau bantuan harus dikurangi, cara nya bagaimana? Lihat di sekitar kita, kita bisa membuat pupuk organik yang bahan nya ada di sekitar kita”, tegasnya.

Sementara Zahron Helmi Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi secara virtual melaporkan bersama dengannya ada 35 orang peserta pelatihan kelapa sawit dan 35 orang peserta pelatihan kopi yang berada di BPP Solok Selatan. 

Ditambahkan oleh Zahron yang saat itu  berada di BPP Koto Baru Kabupaten, Dharmasraya, Sumatra Barat, hadir juga peserta diklat dasar dan diklat terampil di BPP Jambi yang berasal dari provinsi Aceh, Riau, dan Jambi. (*)

BERITA TERKAIT