21 January 2021, 23:52 WIB

Ini 3 Masalah Utama UMKM Indonesia Selama Pandemi 


Insi nantika Jelita | Ekonomi

BADAN Program Pembangunan PBB atau UNDP merilis hasil survei soal impak pandemi terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Terungkap ada tiga permasalahan utama yang dirasakan para pelaku usaha tersebut. 

Ketiga permasalahan tersebut menyangkut soal dampak keuangan yang dialami UMKM. Ekonom UNDP Indonesia Rima Prama Artha mengatakan, para pelaku usaha mengaku kesulitan membayar hutang. Lalu masalah kedua soal sulit membayar sewa tempat dan terakhir para UMKM menyatakan kesusahan dalam menggaji karyawan mereka selama pandemi covid-19. 

Survei bersama dengan lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, melibatkan 1.180 UMKM yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa pada Juli - Agustus 2020 dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus

"Mayoritas UMKM merasakan dampak negatif dari sisi penjualan, laba, dan pemberian gaji karyawan. Bahkan 88% menyatakan mereka terpaksa mengurangi jumlah karyawan," jelas Rima dalam webinar UNDP, Kamis (21/1).

Baca juga : Temuan UNDP, UMKM Tak Mampu Bertahan Lebih dari 10 Bulan

Pihaknya juga mencatat, lebih dari 53% UMKM mengalami penurunan nilai aset. Lalu, dua pertiga UMKM mengalami penurunan pendapatan selama pandemi, sementara lebih dari 80% mencatat margin keuntungan yang lebih rendah selama covid-19.

Rima menjelaskan, dari hasil temuan pihaknya, sebagian besar pendanaan UMKM bergantung pada peminjaman bank. 

"Untuk pelaku usaha mikro, pendanaan berasal dari keluarga atau tabungan mereka sendiri," ungkapnya. 

Laporan itu juga menunjukkan bahwa wirausahawan perempuan yang seringkali tidak memiliki akses pendanaan, juga mengalami kemunduran. Lebih dari 37% UMKM milik perempuan dilaporkanmengalami kerugian pendapatan antara 40% hingga 60%. (OL-7)

BERITA TERKAIT