21 January 2021, 21:31 WIB

Temuan UNDP, UMKM Tak Mampu Bertahan Lebih dari 10 Bulan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

LAPORAN terbaru yang dilakukan Badan Program Pembangunan PBB atau UNDP Indonesia, mengungkapkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah mengaku tidak bisa bertahan lebih dari 10 bulan akibat pandemi covid-19.

Ekonom UNDP Indonesia Rima Prama Artha menuturkan, 90% pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama pandemi. 

"UMKM yang disurvei kebanyakan menjawab tidak bisa bertahan lebih dari 10 bulan, paling bisa bertahan selama empat hingga enam bulan," jelas Rima dalam webinar UNDP, Kamis (21/1).

Laporan dari survei UNDP bersama Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia itu melibatkan 1.180 UMKM yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa pada Juli - Agustus 2020, dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus.

Baca juga : 6 Program Ini Jadi Fokus Kemenkop-UKM Sepanjang 2021

Rima menerangkan, bantuan yang diberikan pemerintah terhadap UMKM, ternyata dapat membantu keberlangsungan bisnis usaha tersebut. Baik berupa program bantuan sosial berupa paket sembako, lalu relaksasi penundaan angsuran pokok kredit usaha rakyat (KUR) selama 6 bulan dan Bantuan Presiden Produktif bagi belasan juta UMKM senilai Rp2,4 juta per pelaku UMKM.

"Apabila bertahan pun salah satunya support dari pemerintah terhadap UMKM. Bantuan berupa logistik, suku bunga KUR ini sejalan yang diharapkan UMKM," kata Rima.

Namun, dari hasil survei juga ditemukan bahwa pelaku UMKM juga mengharapkan bantuan lain dari pemerintah seperti akses pemasaran untuk mendongkrak penjualan produk. Dari survei UNDP juga disebutkan, lebih dari 40 persen UMKM telah menjual produknya melalui pasar online.

UNDP menilai, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, terbesar di Asia Tenggara menurut PDB. Sektor ini dikatakan mempekerjakan 97% tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 61% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2018. (OL-7)

BERITA TERKAIT