21 January 2021, 17:30 WIB

Ekonomi Indonesia 2021 Dapat Tumbuh 5,8%


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berkisar 4,8%-5,8%. Hal ini karena aktivitas perekonomian masih dalam kondisi yang baik. Begitu pula dengan ekspektasi penjualan eceran dan ekspektasi konsumsi.

Meskipun begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa kenaikan tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan perkiraan sebelumnya. Hal ini diakibatkan oleh kembali meningkatnya kasus pandemi covid-19 pada periode Desember 2020 sampai awal Januari 2020.

"Karena itu yang paling utama saya terus mendukung penuh ajakan pemerintah dan kita semua untuk tetap disiplin penuhi protokol covid-19 yaitu 3M. Ini jangan dilanggar. Pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Penting disiplin protokol kesehatan ini," ungkapnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI secara virtual, Kamis (21/1).

Perry mengakui bahwa kenaikan kasus covid-19 di Indonesia telah memengaruhi aktivitas perekonomian. Meskipun berpengaruh, dia menegaskan bahwa aktivitas perekonomian masih dalam tahap yang baik.

Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka ekspor dan impor bahan baku Indonesia ke beberapa negara seperti Tiongkok, AS, dan negara ASEAN. Bahkan, Perry menambahkan bahwa kenaikan ekspor pada Desember 2020 menjadi capaian tertinggi sejak 2013 yakni mencapai US$16,5 miliar atau tumbuh 14,6%. "Ini mendukung pemulihan ekonomi nasional," kata Perry.

Selain itu, Perry menilai bahwa mobilitas masyarakat juga ikut terganggu akibat penerapan PSBB yang kini mulai kembali diperpanjang. Terganggunya mobilitas masyarakat tentu akan berakibat pada turunnya angka konsumsi.

"Tapi, konsumsi masih naik, hanya tingkat kenaikannya sedikit lebih rendah dari yang kami perkirakan. Kami sampaikan bahwa ekspektasi penujualan eceran masih naik dan ekspektasi konsumen juga masih naik, meskipun tingkat kenaikannya sedikit lebih rendah dari kami perkirakan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT