20 January 2021, 19:05 WIB

Jokowi Apresiasi Kerja Tim SAR Gabungan Sriwijaya SJ-182


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan Tim SAR Gabungan dalam penanganan musibah jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat mengunjungi Posko Darurat Evakuasi Pesawat Sriwijaya SJ 182 yang berada di Dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/1).

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Kemenhub, Basarnas, TNI, Polri, KNKT dan seluruh unsur yang telah bekerja keras sejak awal musibah sampai saat ini," ujar Jokowi dalam siaran pers Kementerian Perhubungan, Rabu (20/1).

Menurut Kepala Negara, tim SAR sudah berupaya maksimal dengan dibuktikan penemuan otak hitam berupa perekam data penerbangan (flight data recorder/FDR). 

Meski alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) belum berhasil didapati.

"Kita tahu telah ditemukan serpihan besar maupun kecil, kemudian kotak hitamnya (FDR) juga sudah dan sekarang kita menunggu CVR-nya,” kata Jokowi.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada Jasa Raharja dan maskapai Sriwijaya Air yang telah menyerahkan santunan kepada beberapa ahli waris korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Jokowi meminta agar dapat segera menyelesaikan pemberian santuan kepada seluruh korban.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pencarian korban dan serpihan pesawat, serta kotak hitam dilakukan sejak pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan hilang kontak pada Sabtu 9 Januari 2021 Pukul 14.40 WIB yang diperoleh berdasarkan informasi dari ATC Airnav Indonesia.

Pencarian yang dilakukan melibatkan berbagai unsur yaitu Basarnas sebagai komando Tim Sar Gabungan bersama dengan , TNI, Polri, Kemenhub, KNKT, dan unsur terkait lainnya.

“Kotak hitam FDR atau rekaman data penerbangan sudah ditemukan dan telah berhasil dibuka oleh KNKT. Diharapkan kotak hitam CVR dapat segera ditemukan untuk melengkapi investigasi guna mendapatkan informasi lebih jauh penyebab kecelakaan Sriwijaya," tandas Budi. (OL-8)

BERITA TERKAIT