20 January 2021, 09:44 WIB

Sandiaga Ajak MRT Kembangkan Pariwisata dengan Platform Digital


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta untuk berkolaborasi membangkitkan dan mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pascapandemi.

Salah satu yang didorong ialah kolaborasi lewat platform digital dengan Intelligent Transport System (ITS). Sistem tersebut dikatakan untuk penggunaan transportasi pintar di berbagai destinasi wisata di Indonesia

"Nanti para wisatawan bisa memilih langsung dengan menggunakan platform digital sehingga bisa menjadi pariwisata berbasis inclusion in the inner city. Bali bakal jadi pilot project untuk penggunaan transportasi pintar," kata Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (20/1).

Kemenparekraf sebelumnya, kata Sandiga, pernah berkolaborasi dengan MRT. Salah satu stasiun MRT dijadikan ruang pamer bagi para UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk mereka.

“Hal tersebut sangat bagus untuk mengembangkan UMKM, Bagaimana caranya agar kita memperbanyak kegiatan seperti ini. Stasiun ini menjadi sumber inspirasi, 13 stasiun ini agar bisa membesarkan UMKM yang ada," kata Sandiaga.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengatakan, sistem ITS ini mempunyai tujuan dasar menyediakan sistem transportasi yang cerdas sehingga dapat membantu pengguna transportasi mendapatkan informasi, mempermudah transaksi, meningkatkan kapasitas prasarana dan sarana dan lainnya.

baca juga: MRT Jakarta Rencanakan Rute Fatmawati-TMII

Keberadaan inovasi Intelligent Transport System, lanjutnya, juga dikatakan sejalan dengan konsep kota pintar atau smart city yang sudah mulai diterapkan di beberapa kota di Indonesia, salah satunya Kota Jakarta.

"Kami berharap bisa mengolaborasikan semua potensi parekraf di MRT dengan cara membangun ekosistem digital. Dengan melibatkan start up yang sudah bekerja sama dengan kami. Sehingga nantinya MRT bisa menjadi sebuah platform dan inkubator," ungkap William. (OL-3)

BERITA TERKAIT