19 January 2021, 17:16 WIB

Permintaan Kredit Baru Kuartal IV 2020 Merosot


Fetry Wuryasti | Ekonomi

SURVEI Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan secara triwulanan (qtq) penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2020 turun dari triwulan III 2020. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru yang turun dari 50,6% menjadi 25,4%. Angka ini juga jauh merosot dari triwulan IV 2019 yang sebesar 70,6%.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terindikasi terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit konsumsi. SBT masing-masing sebesar 25,6% dan 0,9%.

Meski demikian, angka tersebut turun dari masing-masing 68,1% untuk kredit modal kerja dan 42,7% untuk kredit konsumsi pada triwulan III 2020. Bahkan angkanya jatuh lebih dalam dibandingkan triwulan IV 2019 yang nilainya masing-masing 65% untuk kredit modal kerja dan 75,8% untuk kredit konsumsi.

Kredit investasi terkontraksi atau -10,6% dibandingkan dengan triwulan III 2020 yang sebesar 28,6% dan triwulan 2019 sebesar 70,3%.

Pada triwulan I 2021, secara triwulanan (qtq) kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan permintaan kredit baru pada triwulan I 2021 sebesar 49,4%, lebih tinggi dibandingkan 25,4% pada triwulan IV 2020, maupun dibandingkan 23,7% pada triwulan I 2020.

"Prakiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan perbaikan kinerja pembiayaan triwulan I 2021," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Selasa (19/1).

Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru triwulan I 2021 yaitu kredit modal kerja diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi. Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. (OL-14)

BERITA TERKAIT