19 January 2021, 13:35 WIB

Bagus, Realisasi Impor Sayur Buah Tidak Sampai 100%


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

REALISASI Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) pada 2020 untuk sayuran dan buah-buahan tidak  mencapai 100%.

"Untuk sayuran volume pengajuan RIPH sebesar 1.172.549 ton dan buah-buahan sebesar 1.541.080 ton. Namun realisasinya untuk sayuran 52,87% dan buah hanya 17,10%," kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/1).

Realisasi impor untuk sayuran sendiri mencapai 619.949 ton atau 52,87% dari rekomendasi yang diajukan dan buah-buahan hanya 263.465 ton atau 17,10% dari rekomendasi yang diajukan.

Dalam paparannya Prihasto menyebutkan untuk sayuran yang paling banyak diimpor ialah bawang putih dan bawang bombai. Untuk bawang putih sepanjang 2020 diimpor sebanyak 461.725 ton dan bawang bombai sebanyak 128.945 ton.

Sementara untuk kentang segar khusus kebutuhan industri volume pengajuan RIPH 86.905 ton dan realisasinya 29.076 ton. Secara nasional kebutuhan kentang industri sebanyak 120 ribu ton dan petani lokal hanya bisa menghasilkan 20 ribu ton.

"Dan ini yang sedang kita kembangkan salah satunya dengan program food estate. Dan impor kentang segar khusus industri ini tidak sampai ke pasar khusus untuk industri," ujarnya.

Sementara untuk buah, komoditas apel menjadi terbanyak sebesar 117.841 ton dan anggur 71.686 ton. Sementara impor jeruk mandarin sebanyak 33.585 ton dan grapefruit atau jeruk Bali merah hanya 69 ton.

Sementara untuk 2021 sampai hari ini volume pengajuan RIPH untuk sayuran sebanyak 83.696 ton dan buah-buahan 73.356 ton, sehingga totalnya mencapai 157.052 ton.

"Jumlah RIPH untuk bawang bombai sebanyak 16 perusahaan dan bawang putih ada 5 perusahaan yang sudah mengajukan RIPH," sebutnya. (E-1)

BERITA TERKAIT