19 January 2021, 01:35 WIB

Kementerian PUPR Fokuskan 3 Langkah ini Tangani Banjir di Kalsel


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeldjono menuturkan mendapat instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo soal tanggap darurat bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel)

Saat meninjau langsung di Kabupaten Banjar, Kalsel pada hari ini (18/1), Basuki menyebut, ada tiga hal yang diminta Jokowi untuk diprioritaskan PUPR untuk mempercepat penanganan bencana tersebut.

"Prioritas pertama ialah untuk infrastruktur jembatan yang rusak saya sudah meminta dalam 3-4 hari bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu," kata Basuki dalam keterangannya, Senin (18/1).

Prioritas berikutnya adalah mengenai evakuasi dan yang terakhir soal penyaluran logistik kepada 20 ribu pengungsi yang diminta berjalan secara lancar.

PUPR sendiri, ungkap Basuki, telah menerjunkan empat unit alat berat berupa ekskavator dan satu unit dozer, tiga unit dump truck serta dua unit mobil double cabin untuk angkutan barang. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah memasang 3.162 unit bronjong, 6.000 unit sandbag, 30 unit pompa air berkapasitas 520 liter yang tersebar di titik genangan air. 

Baca juga : Octa Investama Luncurkan Inisiatif Bantu Korban Bencana Alam

Basuki juga telah menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki infrastruktur jembatan Salim yang rusak dengan jembatan Bailey paling lama selesai padaKamis (21/1) agar dapar difungsikan untuk mobilitas masyarakat. 

Dua jembatan dengan kondisi rusak parah sudah ditinjau Basuki yakni Jembatan Tabunio II pada Lintas Selatan Kalsel (Sp Liang Anggang-Pelaihari-Batu Licin) dan Jembatan Sungai Salim di Lintas Tengah Kalsel (Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim). 

"Kalau kondisi seperti ini harus dikerjakan 24 jam. Sekarang sudah dipasang sheetpile, tinggal dipasang Baley. Saya ingin paling lambat hari Kamis sudah dapat dilalui," jelasnya.

Jembatan Bailey dikatakan untuk menggantikan Jembatan Sungai Salim yang roboh dan saat ini dikatakan sudah dalam tahap perangkaian besi dan siap dipasang. Sementara untuk Jembatan Tabunio II, Basuki menyebut, alat itu siap dikirim dan untuk sementara dilakukan pemasangan sheetpile baja di jembatan untuk melintas orang dan kendaraan kecil. 

Selain perbaikan infrastruktur, Kementerian PUPR juga mendukung upaya tanggap darurat salah satunya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan memberikan bantuan 4 buah perahu karet serta 8 pelampung kepada Pemkab Banjar untuk evakuasi warga terdampak banjir serta menyiapkan 2 unit mesin speed boat. (OL-7)

BERITA TERKAIT