18 January 2021, 21:10 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kinerja BPJAMSOSTEK Tetap Positif


mediaindonesia.com | Ekonomi

MEMASUKI tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat karena dampak pandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor.

Di tengah kondisi yang tak mudah, ternyata BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) masih mencatatkan hasil positif pada kinerja institusi sepanjang tahun 2020. Kinerja yang baik di antaranya bidang Investasi, kepesertaan, dan pelayanan.

Perlu diketahui bahwa sepanjang tahun 2020, penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun. Padahal ada implementasi PP 49 Tahun 2020 tentang relaksasi iuran program jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK)  99% dan penangguhan jaminan pensiun (JP) 99%.

Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp486,38 triliun pada akhir Desember 2020.

BPJAMSOSTEK juga mencatatkan hasil investasi sebesar Rp32,30 triliun, dengan Yield on Investment (YOI) yang didapat sebesar 7,38%. Dana dan hasil Investasi tersebut mengalami pertumbuhan masing masing sebesar 12,59% dan 10,85% jika dibandingkan tahun akhir tahun 2019.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan investasi BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP No. 99 tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya.

 Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50%.

"Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 64% pada surat utang, 17% saham, 10% deposito, 8% reksadana, dan investasi langsung sebesar 1%," tutur Agus.

Selama masa pandemi, pengelolaan dana investasi mendapatkan tantangan yang cukup berat, mengingat dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh seluruh bidang usaha di dalam negeri.

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada awal tahun 2020 dibuka melemah, bahkan sempat terseok ke level 3900-an pasca ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi global.

“Tapi kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 74% dari total portofolio, sehingga tidak berpengaruh langsung dengan fluktuasi IHSG," ujar Agus

Agus mencontohkan pada investasi saham, mayoritas penempatan atau 98% penempatan dana dilakukan pada saham kategori Blue Chip atau LQ45. 

Meski demikian, penempatan pada saham non LQ45 juga tetap dilakukan dengan menerapkan protokol investasi yang ketat. Jumlah saham non LQ45 tersebut hanya sekitar 2% besarannya dari total portofolio saham BPJAMSOSTEK.

"Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik," tegas Agus.

Menilik kinerja kepesertaan BPJAMSOSTEK, total 50,72 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK hingga akhir Desember 2020.

Hasil itu merupakan pencapaian yang positif untuk mengakhiri tahun 2020, meski dengan kondisi pandemi Covid-19 yang juga tidak kalah menantang bagi peningkatan kepesertaan.

 Sementara dari sisi perusahaan peserta atau pemberi kerja, pada periode yang sama capaian yang diraih  BPJAMSOSTEK sebesar 683,7 ribu perusahaan.

Sepanjang tahun 2020, pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan  BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 20,01% atau mencapai Rp36,5 triliun

“Tahun 2021 ini harus bisa dijadikan titik balik pulihnya perekonomian Indonesia setelah didera pandemi. BPJAMSOSTEK  siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh pekerja Indonesia dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Secara terpisah, dalam keterangannya, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah DKI Jakarta, Cotta Sembiring mengatakan pencapaian hasil positif kinerja tahun 2020 pada bidang inventasi , kepesertaan dan pelayanan ini merupakan hasil yang membanggakan bagi seluruh insan BPJAMSOSTEK pasalnya hal ini tercapai di tengah masih mewabahnya pandemi covid 19.

"Mudah-mudahan dengan perolehan hasil positif kinerja BPJAMSOSTEK tahun 2020 ini akan semakin menambah kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan dana peserta," pungkas Cotta. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT