18 January 2021, 20:20 WIB

Performa Platform P2P Lending Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

MESKI dihadang badai pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia seja Maret 2020, sejumlah platform teknologi finansial yang bergerak di sektor pinjaman antar-pihak (peer to peer lending/P2P lending) masih mencatatkan pertumbuhan hingga akhir 2020.

Salah satunya ditunjukkan oleh Akseleran yang berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sekitar Rp960 miliar di akhir Desember 2020 atau tumbuh 35% dibandingkan realisasi yang sama di akhir tahun sebelumnya

Secara kumulatif, Akseleran yang sudah berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp1,85 triliun dengan total rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) berada di angka 0,18% hingga 31 Desember 2020.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengatakan, pencapaian Akseleran menunjukkan performa yang positif dan terus meningkat sekalipun di tengah-tengah kondisi pandemi Covid-19. Meskipun demikian, Ivan mengungkapkan, Akseleran sempat mengalami penurunan akibat Covid-19 khususnya di kuartal kedua 2020 sebesar 12% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2019.

Menurutnya, rata-rata penurunan yang terjadi pada kuartal kedua banyak didominasi pada April dan Mei sebesar 30%-39%. Akan tetapi, imbuhnya, performa Akseleran kembali naik di Juni hingga Desember 2020 dengan penyaluran pinjaman pada November 2020 sudah mencapai lebih dari Rp120 miliar per bulan, naik lebih dari 50% dari penyaluran sebelum covid-19 pada Januari 2020 sebesar Rp80 miliar.

“Sepanjang 2020, Akseleran mampu mencatat tiga kali rekor penyaluran pinjaman usaha secara beruntun, yakni di September Rp105 miliar, Oktober Rp115 miliar, dan tertinggi terjadi di November Rp120 miliar. Bahkan di Desember sendiri juga mengalami kenaikan hingga 60% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019,” kata Ivan dalam keterangan tertulisnya. 

Baca juga : Djakarta Lloyd Sudah Tuntaskan Hak Mantan Karyawan 

Dia mengungkapkan, selama tiga tahun beroperasi sebagai perusahaan penyelenggara P2P lending di Indonesia, Akseleran telah melayani sekitar 2.500 para pelaku usaha (UMKM) yang tersebar di 23 provinsi atau sukses menyerap 50% dari total jumlah provinsi yang ada saat ini. 

Adapun ke-12 provinsi dengan total pinjaman usaha terbesar yang sudah disalurkan oleh Akseleran, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku.

Di sisi lain, Ivan menjelaskan pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha Akseleran juga sejalan dengan pertumbuhan yang terjadi pada pendanaan yang dilakukan oleh para pemberi pinjaman (lender) baik dari retail (perorangan) maupun dari institusi. 

Tercatat, hingga akhir 2020, total pendanaan Akseleran tumbuh 35% dibandingkan periode yang sama di 2019 dan berasal dari 150 ribu lebih lender retail yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

“Kami juga didukung oleh lebih dari 10 lender institusi dan mampu berkontribusi 20% dari total penyaluran pinjaman usaha Akseleran secara kumulatif. Pencapaian di tahun 2020 semakin memperkuat optimisme kami untuk terus berakselerasi di 2021 dalam mendukung pertumbuhan bisnis UMKM yang sebanyak-banyaknya di seluruh Indonesia dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat agar dapat melakukan pengembangan dana secara online mulai dari Rp100 ribu dengan imbal hasil yang diperoleh hingga 21% per tahun melalui platform P2P Lending Akseleran,” pungkas Ivan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT