17 January 2021, 15:19 WIB

Hoaks, Pembukaan Pendaftaran Gelombang XII Kartu Prakerja


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

INFORMASI terkait pendaftaran gelombang XII Kartu Prakerja yang beredar di masyarakat dinyatakan kabar bohong alias hoaks. Hal itu ditegaskan Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

"Satu minggu belakangan ini beredar pesan bahwa gelombang XII Program Kartu Prakerja telah dibuka. Pesan ini adalah hoaks yang bermaksud mengelabui masyarakat dan mencuri data pribadi," jelas Louisa dalam keterangan resmi, Minggu (17/1).

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak memberikan informasi pribadi ke dalam situs yang bukan milik manajemen pelaksana. Situs resmi milik manajemen pelaksana dari pemerintah ialah www.prakerja.go.id.

Baca juga: Survei: Banyak Karyawan Dirumahkan tidak Ikut Kartu Prakerja

Belakangan, lanjut Louisa, beredar informasi mengenai pembukaan pendaftaran gelombang XII Kartu Prakerja melalui situs http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12. Adapun situs tersebut dinyatakan bukan milik manajemen pelaksana.

"Itu (http://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12) adalah alamat situs palsu yang beredar. Situs resmi Kartu Prakerja adalah www.prakerja.go.id, perhatikan akhiran go.id," pungkasnya.

Louisa menyebut pengumuman dan segala informasi terkait Kartu Prakerja akan dipublikasikan oleh manajemen melalui media. Berikut, media sosial resmi dengan akun @prakerja.go.id, yang ada di Instagram dan Facebook.

Baca juga: Pemerintah Lanjutkan Program Bansos hingga 2021

"Pembukaan gelombang 12 akan diumumkan melalui media dan media sosial resmi Kartu Prakerja, Instagram dan Facebook, dengan nama akun @prakerja.go.id," imbuh Louisa.

Sebelumnya pemerintah berencana melanjutkan program Kartu Prakerja di 2021. Dalam APBN 2021, anggaran yang disediakan untuk program tersebut sebesar Rp10 triliun, atau lebih kecil dibanding alokasi 2020, yakni Rp20 triliun.

Pada masa pandemi covid-19, program Kartu Prakerja memiliki fungsi sebagai semi bansos. Penerima manfaat mendapatkan uang senilai Rp3,55 jut. Dengan rincian, Rp1 juta sebagai uang pelatihan, Rp2,4 juta sebagai insentif pelatihan yang diberikan selama empat kali, berikut Rp150 ribu insentif pengisian survei yang diberikan bertahap tiga kali.(OL-11)

BERITA TERKAIT