15 January 2021, 20:45 WIB

Rekaman Suara Kokpit Sriwijaya Air Jelas Hoaks


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

MASYARAKAT diminta untuk menyaring berbagai informasi yang beredar di jagat maya seputar kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pengamat penerbangan Alvin Lie menyatakan saat ini banyak beredar informasi hoaks terkait kecelakaan pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu.

"Saat ini kan banyak spekulasi, banyak analisis. Yang membuat analisis juga kita pertanyakan, dia ini pilot atau bukan, dia ada pengalaman di penerbangan atau mendalami soal penerbangan atau tidak. Tiba-tiba membikin analisis, membikin animasi pula berdasarkan persepsinya," kata Alvin dalam acara Journalist on Duty (JOD) bertajuk Menjaga Keselamatan Penerbangan Indonesia yang disiarkan melalui Live Instagram Media Indonesia, Jumat (15/1).

Anggota Ombudsman RI itu mengaku belakangan kerap menerima pesan percakapan yang diklaim sebagai rekaman percakapan pilot pesawat SJ-182. Padahal, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru menemukan satu komponen kotak hitam (black box) berupa flight data recorder. Adapun komponen cockpit voice recorder hingga saat ini masih dalam pencarian.

"Untuk itu saya menghimbau untuk semua agar jangan mudah percaya ada rekaman-rekaman. Kemarin saya mendapat Whatsapp katanya rekaman pembicaraan di cockpit pesawat SJ-182. Itu jelas hoaks, itu bohong. Flight data recorder sudah ketemu tapi cockpit voice recorder belum ketemu. Bagaimana bisa ada rekaman di sana," ujarnya.

Alvin menilai hoaks terkait kecelakaan pesawat itu kini semakin liar dan dibumbui berbagai hal. Karena itu, ia meminta semua pihak menahan diri untuk tidak mengeluarkan spekulasi terkait kecelakaan tersebut. dan menunggu laporan resmi dari KNKT. Alvin juga meminta masyarakat untuk berhenti menyebarkan gambar-gambar potongan tubuh korban kecelakaan pesawat nahas itu untuk menghargai keluarga korban.

"Ketika dua black box ditemukan, KNKT dalam satu bulan akan membuat laporan sementara. Itu akan terang benderang dan itu lah yang sahih jadi kita jangan termakan analisis-analisis yang menyesatkan. Kita juga jangan menyebarkan foto-foto serpihan tubuh korban untuk menghormati privasi keluarga korban," ucapnya. (P-2)

BERITA TERKAIT