15 January 2021, 14:53 WIB

Sarang Burung Walet Terbangkan Ekspor Pertanian


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pertanian pada Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar 16,61% (yoy). Kenaikan terjadi karena kebutuhan produk pertanian mengalami lonjakan yang cukup tajam, terutama saat pandemi covid-19 melanda seluruh dunia.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam keterangannya melalui video virtual mengatakan bahwa komoditas pertanian berhasil menyumbangkan kontribusinya terhadap ekspor nasional secara keseluruhan. Salah satu yang paling terlihat yaitu komoditas sarang burung walet.

"Kemudian ada juga tanaman obat aromatik dan rempah-rempah serta komoditas cengkih, kopi, dan hasil hutan bukan kayu. Secara keseluruhan nilai ekspor pada Desember ini sangat bagus sekali, terutama didorong sumbangan ekspor nonmigas sebesar 93,84%," katanya, Jumat (15/1).

Suhariyanto mengatakan, secara kumulatif ekspor nonmigas pada Desember 2020 dikirim ke negara tujuan Tiongkok yang mencapai US$3,32 miliar disusul Amerika Serikat US$1,87 miliar dan Jepang US$1,25 miliar. Dengan demikian, kontribusi ketiganya mencapai 41,50%.

"Perkembangan ekspor nonmigas pada Desember 2020 sangat menggembirakan karena merupakan yang tertinggi selama 2020. Apalagi kalau kami lacak ke belakang nilai ekspor bulanan pada Desember 2020 merupakan yang tertinggi sejak Desember 2013 yang pada waktu itu hanya US$16,97 miliar," katanya.

Di sisi lain, kata Suhariyanto, upah nominal harian buruh tani nasional pada Desember 2020 juga mengalami kenaikan sebesar 0,13% jika dibanding upah buruh tani pada November 2020. Diketahui, upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga di perdesaan. (OL-14)

BERITA TERKAIT